Cari Berita

Jumat, Mei 01, 2009

Pertanyaan Bagus Banget

ALLAH SWT itu ada...!

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ketanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orangtuanya untuk mencari seorang Guru Agama, Kyai atau siapapun yang bisa menjawab 3 (tiga) pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang yang dimaksud tersebut.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kyai: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedang Profesor dan banyakorang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kyai: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan:

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya!
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat syetan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda: Kenapa?, anda marah kepada saya? tanyanya sambil menahan sakit.
Kyai: Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit
Kyai: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya
Kyai: Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda: Saya tidak bisa
Kyai: Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kyai: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak
Kyai: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak.
Kyai: Itulah yang dinamakan Takdir.
Kyai: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakanuntuk menampar anda?
Pemuda: kulit.
Kyai: Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit.
Kyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: sakit.
Kyai: Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.

Demikianlah Jawaban dari pertanyaan Pemuda itu, semoga Ridho Alloh SWT Selalu dianugerahkan pada kita semua yang mau terus belajar & selalu mencari tahu.

Sumber: Milis

Jangan Di Cangkul

Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan AcehMerdeka). Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?" Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?" Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

Sumber: Milis

Kamis, April 23, 2009

Daftar Nomor Kode Pos Jabodetabek

Nomor Kode Pos Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi

001. Aren Jaya - Bekasi Timur - Bekasi - Jawa Barat - 17111
002. Duren Jaya - Bekasi Timur - Bekasi - Jawa Barat - 17111
003. Bekasi Jaya - Bekasi Timur - Bekasi - Jawa Barat - 17112
004. Margahayu - Bekasi Timur - Bekasi - Jawa Barat - 17113
005. Sepanjang Jaya - Rawalumbu - Bekasi - Jawa Barat - 17114
006. Pengasinan - Rawalumbu - Bekasi - Jawa Barat - 17115
007. Bojong Rawalumbu - Rawalumbu - Bekasi - Jawa Barat - 17116
008. Bojong Menteng - Rawalumbu - Bekasi - Jawa Barat - 1711700
009. Teluk Pucung - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17121
010. Perwira - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17122
011. Harapan Baru - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17123
012. Harapan Jaya - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17124
013. Kaliabang Tengah - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17125
014. Pejuang - Medan Satria - Bekasi - Jawa Barat - 17131
015. Medan Satria - Medan Satria - Bekasi - Jawa Barat - 17132
016. Kali Baru - Medan Satria - Bekasi - Jawa Barat - 17133
017. Kota Baru - Bekasi Barat - Bekasi - Jawa Barat - 17133
018. Bintara - Bekasi Barat - Bekasi - Jawa Barat - 17134
019. Kranji - Bekasi Barat - Bekasi - Jawa Barat - 17135
020. Bintara Jaya - Bekasi Barat - Bekasi - Jawa Barat - 17136
021. Marga Jaya - Bekasi Selatan - Bekasi - Jawa Barat - 17141
022. Marga Mulya - Bekasi Utara - Bekasi - Jawa Barat - 17142
023. Harapan Mulya - Medan Satria - Bekasi - Jawa Barat - 17143
024. Kayuringin Jaya - Bekasi Selatan - Bekasi - Jawa Barat - 17144
025. Jakasampurna - Bekasi Barat - Bekasi - Jawa Barat - 17145
026. Jaka Mulya - Bekasi Selatan - Bekasi - Jawa Barat - 17146
027. Jaka Setia - Bekasi Selatan - Bekasi - Jawa Barat - 17147
028. Pekayon Jaya - Bekasi Selatan - Bekasi - Jawa Barat - 17148
029. Cimuning - Bantargebang - Bekasi - Jawa Barat - 17155
030. Padurenan - Bantargebang - Bekasi - Jawa Barat - 17156
031. Mustika Sari - Bantargebang - Bekasi - Jawa Barat - 17157
032. Mustika Jaya - Bantargebang - Bekasi - Jawa Barat - 17158
033. Segara Makmur - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17211
034. Pantai Makmur - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17212
035. Setia Mulya - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17213
036. Pusaka Rakyat - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17214
037. Setia Asih - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17215
038. Pahlawan Setia - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17216
039. Samudra Jaya - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17217
040. Segara Jaya - Taruma Jaya - Bekasi - Jawa Barat - 17218
041. Jatiwaringin - Pondokgede - Bekasi - Jawa Barat - 17411
042. Jatibening - Pondokgede - Bekasi - Jawa Barat - 17412
043. Jatimekar - Jatiasih - Bekasi - Jawa Barat - 17422

044. Menteng - Bogor Barat - Bogor - Jawa Barat - 16111
045. Pabaton - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16121
046. Paledang - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16122
047. Gudang - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16123
048. Cibogor - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16124
049. Ciwaringin - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16124
050. Kebon Kalapa - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16125
051. Panaragan - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16125
052. Babakan Pasar - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16126
053. Tegallega - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16127
054. Babakan - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16128
055. Sempur - Bogor Tengah - Bogor - Jawa Barat - 16129
056. Bondongan - Bogor Selatan - Bogor - Jawa Barat - 16131
057. Empang - Bogor Selatan - Bogor - Jawa Barat - 16132
058. Batutulis - Bogor Selatan - Bogor - Jawa Barat - 16133
059. Lawanggintung - Bogor Selatan - Bogor - Jawa Barat - 16134
060. Sukasari - Bogor Timur - Bogor - Jawa Barat - 16142
061. Baranangsiang - Bogor Timur - Bogor - Jawa Barat - 16143
062. Tegalgundil - Bogor Utara - Bogor - Jawa Barat - 16152
063. Bantarjati - Bogor Utara - Bogor - Jawa Barat - 16153
064. Tanah Sareal - Tanahsareal - Bogor - Jawa Barat - 16161
065. Kebonpedes - Tanahsareal - Bogor - Jawa Barat - 16162

066. Cipayung - Ciputat - Tangerang - Banten - 15411
067. Ciputat - Ciputat - Tangerang - Banten - 15411
068. Cempaka Putih - Ciputat - Tangerang - Banten - 15412
069. Pondok Ranji - Ciputat - Tangerang - Banten - 15412
070. Rempoa - Ciputat - Tangerang - Banten - 15412
071. Rengas - Ciputat - Tangerang - Banten - 15412
072. Sawah Baru - Ciputat - Tangerang - Banten - 15413
073. Sawah Lama - Ciputat - Tangerang - Banten - 15413
074. Jombang - Pamulang - Tangerang - Banten - 15414
075. Sarua - Pamulang - Tangerang - Banten - 15414
076. Sarua Indah - Pamulang - Tangerang - Banten - 15414
077. Bambu Apus - Pamulang - Tangerang - Banten - 15415
078. Kedaung - Pamulang - Tangerang - Banten - 15415
079. Pondok Benda Baru - Pamulang - Tangerang - Banten - 15416
080. Pondok Benda Lama - Pamulang - Tangerang - Banten - 15416
081. Pamulang Barat - Pamulang - Tangerang - Banten - 15417
082. Pamulang Timur - Pamulang - Tangerang - Banten - 15417
083. Pondok Cabe Ilir - Pamulang - Tangerang - Banten - 15418
084. Pondok Cabe Udik - Pamulang - Tangerang - Banten - 15418
085. Cireundeu - Ciputat - Tangerang - Banten - 15419
086. Pisangan - Ciputat - Tangerang - Banten - 154190

087. Mekarjaya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16411
088. Sukmajaya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16412
089. Tirtajaya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16412
090. Jatimulya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16413
091. Kalimulya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16413
092. Cilodong - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16414
093. Kalibaru - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16414
094. Sukamaju - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16415
095. Cisalak - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16416
096. Abadijaya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16417
097. Baktijaya - Sukmajaya - Depok - Jawa Barat - 16418
098. Beji Barat - Beji - Depok - Jawa Barat - 16421
099. Beji Timur - Beji - Depok - Jawa Barat - 16422
100. Kemiri Muka - Beji - Depok - Jawa Barat - 16423
101. Pondok Cina - Beji - Depok - Jawa Barat - 16424
102. Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - 16425
103. Tanah Baru - Beji - Depok - Jawa Barat - 16426
104. Depok - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16431
105. Depok Jaya - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16432
106. Mampang - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16433
107. Rangkapanjaya Baru - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16434
108. Rangkapanjaya - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16435
109. Pancoran Mas - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16436
110. Cipayung - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16437
111. Cipayungjaya - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16437
112. Pondokjaya - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16438
113. Pondokterong - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16438
114. Ratujaya - Pancoranmas - Depok - Jawa Barat - 16439

115. Gambir - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10110
116. Kebon Kelapa - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10120
117. Petojo Utara - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10130
118. Duri Pulo - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10140
119. Cideng - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10150
120. Petojo Selatan - Gambir - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10160
121. Bendungan Hilir - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10210
122. Karet Tengsin - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10220
123. Kebon Melati - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10230
124. Kebon Kacang - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10240
125. Kampung Bali - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10250
126. Petamburan - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10260
127. Gelora - Tanah Abang - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10270
128. Menteng - Menteng - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10310
129. Pegangsaan - Menteng - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10320
130. Cikini - Menteng - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10330
131. Kebon Sirih - Menteng - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10340
132. Gondangdia - Menteng - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10350
133. Senen - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10410
134. Kwitang - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10420
135. Kenari - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10430
136. Paseban - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10440
137. Kramat - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10450
138. Bungur - Senen - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10460
139. Cempaka Putih Timur - Cempaka Putih - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10510
140. Cempaka Putih Barat - Cempaka Putih - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10520
141. Galur - Johar Baru - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10530
142. Tanah Tinggi - Johar Baru - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10540
143. Kampung Rawa - Johar Baru - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10550
144. Johar Baru - Johar Baru - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10560
145. Rawasari - Cempaka Putih - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10570
146. Gunung Sahari Selatan - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10610
147. Kemayoran - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10620
148. Kebon Kosong - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10630
149. Cempaka Baru - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10640
150. Harapan Mulya - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10640
151. Sumur Batu - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10640
152. Serdang - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10650
153. Utan Panjang - Kemayoran - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10650
154. Pasar Baru - Sawah Besar - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10710
155. Gunung Sahari Utara - Sawah Besar - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10720
156. Mangga Dua Selatan - Sawah Besar - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10730
157. Karang Anyar - Sawah Besar - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10740
158. Kartini - Sawah Besar - Jakarta Pusat - DKI Jakarta - 10750

159. Pinangsia - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11110
160. Glodok - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11120
161. Keagungan - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11130
162. Krukut - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11140
163. Tamansari - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11150
164. Maphar - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11160
165. Tangki - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11170
166. Mangga Besar - Tamansari - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11180
167. Tanah Sareal - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11210
168. Tambora - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11220
169. Roa Malaka - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11230
170. Pekojan - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11240
171. Jembatan Lima - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11250
172. Krendang - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11260
173. Duri Selatan - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11270
174. Duri Utara - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11270
175. Kalianyar - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11310
176. Jembatan Besi - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11320
177. Angke - Tambora - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11330
178. Slipi - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11410
179. Kota Bambu Selatan - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11420
180. Kota Bambu Utara - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11420
181. Jati Pulo - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11430
182. Tomang - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11440
183. Grogol - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11450
184. Jelambar - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11460
185. Jelambar Baru - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11460
186. Wijaya Kusuma - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11460
187. Tanjung Duren - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11470
188. Tanjung Duren Utara - Grogol Petamburan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11470
189. Kemanggisan - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11480
190. Palmerah - Palmerah - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11480
191. Duri Kepa - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11510
192. Kedoya Selatan - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11520
193. Kedoya Utara - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11520
194. Kebon Jeruk - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11530
195. Sukabumi Utara - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11540
196. Kelapa Dua - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11550
197. Sukabumi Selatan - Kebon Jeruk - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11560
198. Kembangan Barat - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11610
199. Kembangan Timur - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11610
200. Meruya Utara - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11620
201. Serengseng - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11630
202. Joglo - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11640
203. Meruya Selatan - Kembangan - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11650
204. Kedaung Kaliangke - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11710
205. Kapuk - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11720
206. Cengkareng Barat - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11730
207. Cengkareng Timur - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11730
208. Rawa Buaya - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11740
209. Duri Kosambi - Cengkareng - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11750
210. Kamal - Kalideres - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11810
211. Tegal Alur - Kalideres - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11820
212. Pegadungan - Kalideres - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11830
213. Kalideres - Kalideres - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11840
214. Semanan - Kalideres - Jakarta Barat - DKI Jakarta - 11850

215. Selong - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12110
216. Gunung - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12120
217. Kramat Pela - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12130
218. Gandaria Utara - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12140
219. Cipete Utara - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12150
220. Melawai - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12160
221. Pulo - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12160
222. Petogogan - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12170
223. Rawa Barat - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12180
224. Senayan - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12190
225. Grogol Utara - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12210
226. Grogol Selatan - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12220
227. Cipulir - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12230
228. Kebayoran Lama Selatan - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12240
229. Kebayoran Lama Utara - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12240
230. Ulujami - Pesanggrahan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12250
231. Petukangan Utara - Pesanggrahan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12260
232. Petukangan Selatan - Pesanggrahan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12270
233. Pondok Pinang - Kebayoran Lama - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12310
234. Pesanggrahan - Pesanggrahan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12320
235. Bintaro - Pesanggrahan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12330
236. Cipete Selatan - Cilandak - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12410
237. Gandaria Selatan - Cilandak - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12420
238. Cilandak Barat - Cilandak - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12430
239. Lebak Bulus - Cilandak - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12440
240. Pondok Labu - Cilandak - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12450
241. Pejaten Barat - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12510
242. Pejaten Timur - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12510
243. Kebagusan - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12520
244. Pasar Minggu - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12520
245. Tanjung Barat - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12530
246. Jati Padang - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12540
247. Ragunan - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12550
248. Cilandak Timur - Pasar Minggu - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12560
249. Lenteng Agung - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12610
250. Jagakarsa - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12620
251. Ciganjur - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12630
252. Cipedak - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12630
253. Srengseng Sawah - Jagakarsa - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12640
254. Kuningan Barat - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12710
255. Pela Mampang - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12720
256. Bangka - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12730
257. Kalibata - Pancoran - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12740
258. Rawajati - Pancoran - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12750
259. Duren Tiga - Pancoran - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12760
260. Cikoko - Pancoran - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12770
261. Pengadegan - Pancoran - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12770
262. Pancoran - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12780
263. Mampang Prapatan - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12790
264. Tegal Parang - Mampang Prapatan - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12790
265. Tebet Barat - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12810
266. Tebet Timur - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12820
267. Kebon Baru - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12830
268. Bukit Duri - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12840
269. Manggarai - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12850
270. Manggarai Selatan - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12860
271. Menteng Dalam - Tebet - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12870
272. Setiabudi - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12910
273. Karet - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12920
274. Karet Semanggi - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12930
275. Karet Kuningan - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12940
276. Kuningan Timur - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12950
277. Menteng Atas - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12960
278. Pasar Manggis - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12970
279. Guntur - Setiabudi - Jakarta Selatan - DKI Jakarta - 12980

280. Pisangan Baru - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13110
281. Utan Kayu Selatan - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13120
282. Utan Kayu Utara - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13120
283. Kayu Manis - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13130
284. Pal Meriam - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13140
285. Kebon Manggis - Matraman - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13150
286. Kayu Putih - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13210
287. Jati - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13220
288. Rawamangun - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13220
289. Pisangan Timur - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13230
290. Cipinang - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13240
291. Jatinegara Kaum - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13250
292. Pulo Gadung - Pulo Gadung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13260
293. Bali Mester - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13310
294. Kampung Melayu - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13320
295. Bidara Cina - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13330
296. Cipinang Cempedak - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13340
297. Rawa Bunga - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13350
298. Cipinang Besar Selatan - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13410
299. Cipinang Besar Utara - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13410
300. Cipinang Muara - Jatinegara - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13420
301. Pondok Bambu - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13430
302. Duren Sawit - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13440
303. Pondok Kelapa - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13450
304. Malaka Jaya - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13460
305. Malaka Sari - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13460
306. Pondok Kopi - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13460
307. Klender - Duren Sawit - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13470
308. Kramat Jati - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13510
309. Batu Ampar - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13520
310. Bale Kambang - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13530
311. Kampung Tengah - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13540
312. Dukuh - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13550
313. Pinang Ranti - Makasar - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13560
314. Makasar - Makasar - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13570
315. Halim Perdanakusumah - Makasar - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13610
316. Cipinang Melayu - Makasar - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13620
317. Cawang - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13630
318. Cililitan - Kramatjati - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13640
319. Kebon Pala - Makasar - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13650
320. Pekayon - Pasar Rebo - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13710
321. Cibubur - Ciracas - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13720
322. Kelapa Dua Wetan - Ciracas - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13730
323. Ciracas - Ciracas - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13740
324. Susukan - Ciracas - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13750
325. Gedong - Pasar Rebo - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13760
326. Cijantung - Pasar Rebo - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13770
327. Baru - Pasar Rebo - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13780
328. Kalisari - Pasar Rebo - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13790
329. Lubang Buaya - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13810
330. Ceger - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13820
331. Rambutan - Ciracas - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13830
332. Cipayung - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13840
333. Munjul - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13850
334. Pondok Rangon - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13860
335. Cilangkap - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13870
336. Setu - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13880
337. Bambu Apus - Cipayung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13890
338. Cakung Barat - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13910
339. Cakung Timur - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13910
340. Rawa Terate - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13920
341. Jatinegara - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13930
342. Penggilingan - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13940
343. Pulo Gebang - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13950
344. Ujung Menteng - Cakung - Jakarta Timur - DKI Jakarta - 13960

345. Kalibaru - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14110
346. Cilincing - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14120
347. Semper Barat - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14130
348. Semper Timur - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14130
349. Rorotan - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14140
350. Sukapura - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14140
351. Marunda - Cilincing - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14150
352. Koja Utara - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14210
353. Koja Selatan - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14220
354. Rawa Badak - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14230
355. Kelapa Gading Barat - Kelapa Gading - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14240
356. Kelapa Gading Timur - Kelapa Gading - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14240
357. Pegangsaan Dua - Kelapa Gading - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14250
358. Tugu Selatan - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14260
359. Tugu Utara - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14260
360. Lagoa - Koja - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14270
361. Tanjung Priok - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14310
362. Kebon Bawang - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14320
363. Sungai Bambu - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14330
364. Papanggo - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14340
365. Warakas - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14340
366. Sunter Agung - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14350
367. Sunter Jaya - Tanjung Priok - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14350
368. Pademangan Timur - Pademangan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14410
369. Pademangan Barat - Pademangan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14420
370. Ancol - Pademangan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14430
371. Penjaringan - Penjaringan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14440
372. Pejagalan - Penjaringan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14450
373. Pluit - Penjaringan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14450
374. Kapuk Muara - Penjaringan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14460
375. Kamal Muara - Penjaringan - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14470
376. Pulau Untung Jawa - Kepulauan Seribu - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14510
377. Pulau Tidung - Kepulauan Seribu - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14520
378. Pulau Panggang - Kepulauan Seribu - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14530
379. Pulau Kelapa - Kepulauan Seribu - Jakarta Utara - DKI Jakarta - 14540

380. Suka Asih - Tangerang - Tangerang - Banten - 15111
381. Sukarasa - Tangerang - Tangerang - Banten - 15111
382. Koang Jaya - Karawaci - Tangerang - Banten - 15112
383. Nambo Jaya - Karawaci - Tangerang - Banten - 15112
384. Pabuaran Tumpeng - Karawaci - Tangerang - Banten - 15112
385. Pasar Baru - Karawaci - Tangerang - Banten - 15112
386. Bugel - Karawaci - Tangerang - Banten - 15113
387. Gerendeng - Karawaci - Tangerang - Banten - 15113
388. Marga Sari - Karawaci - Tangerang - Banten - 15113
389. Suka Jadi - Karawaci - Tangerang - Banten - 15113
390. Cimone - Karawaci - Tangerang - Banten - 15114
391. Cimone Baru - Karawaci - Tangerang - Banten - 15114
392. Pabuaran - Karawaci - Tangerang - Banten - 15114
393. Sumur Pancing - Karawaci - Tangerang - Banten - 15114
394. Bojong Jaya - Karawaci - Tangerang - Banten - 15115
395. Karawaci - Karawaci - Tangerang - Banten - 15115
396. Karawaci Baru - Karawaci - Tangerang - Banten - 15116
397. Nusa Jaya - Karawaci - Tangerang - Banten - 15116
398. Cikokol - Tangerang - Tangerang - Banten - 15117
399. Kelapa Indah - Tangerang - Tangerang - Banten - 15117
400. Babakan - Tangerang - Tangerang - Banten - 15118
401. Sukasari - Tangerang - Tangerang - Banten - 15118
402. Buaran Indah - Tangerang - Tangerang - Banten - 15119
403. Tanah Tinggi - Tangerang - Tangerang - Banten - 15119
404. Batu Jaya - Batuceper - Tangerang - Banten - 15121
405. Batu Sari - Batuceper - Tangerang - Banten - 15121
406. Karang Anyar - Neglasari - Tangerang - Banten - 15121
407. Karang Sari - Neglasari - Tangerang - Banten - 15121
408. Batuceper - Batuceper - Tangerang - Banten - 15122
409. Kebon Besar - Batuceper - Tangerang - Banten - 15122
410. Poris Gaga - Batuceper - Tangerang - Banten - 15122
411. Poris Gaga Baru - Batuceper - Tangerang - Banten - 15122
412. Poris Jaya - Batuceper - Tangerang - Banten - 15122
413. Belendung - Benda - Tangerang - Banten - 15123
414. Jurumudi - Benda - Tangerang - Banten - 15124
415. Jurumudi Baru - Benda - Tangerang - Banten - 15124
416. Benda - Benda - Tangerang - Banten - 15125
417. Pajang - Benda - Tangerang - Banten - 15126
418. Selapajang Jaya - Neglasari - Tangerang - Banten - 15127
419. Kedaung Baru - Neglasari - Tangerang - Banten - 15128
420. Kedaung Wetan - Neglasari - Tangerang - Banten - 15128
421. Mekar Sari - Neglasari - Tangerang - Banten - 15129
422. Neglasari - Neglasari - Tangerang - Banten - 15129
423. Periuk - Periuk - Tangerang - Banten - 15131
424. Periuk Jaya - Periuk - Tangerang - Banten - 15131
425. Gebang Raya - Periuk - Tangerang - Banten - 15132
426. Sangiang Jaya - Periuk - Tangerang - Banten - 15132
427. Alam Jaya - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15133
428. Gembor - Periuk - Tangerang - Banten - 15133
429. Jatiuwung - Cibodas - Tangerang - Banten - 15134
430. Keroncong - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15134
431. Pasir Jaya - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15135
432. Jatake - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15136
433. Manis Jaya - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15136
434. Gandasari - Jatiuwung - Tangerang - Banten - 15137
435. Cibodas - Cibodas - Tangerang - Banten - 15138
436. Cibodas Baru - Cibodas - Tangerang - Banten - 15138
437. Cibodas sari - Cibodas - Tangerang - Banten - 15138
438. Uwung Jaya - Cibodas - Tangerang - Banten - 15138
439. Panunggangan Barat - Cibodas - Tangerang - Banten - 15139
440. Poris Plawad - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15141
441. Poris Plawad Indah - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15141
442. Poris Plawad Utara - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15141
443. Cipete - Pinang - Tangerang - Banten - 15142
444. Pakojan - Pinang - Tangerang - Banten - 15142
445. Panunggangan - Pinang - Tangerang - Banten - 15143
446. Panunggangan Timur - Pinang - Tangerang - Banten - 15143
447. Panunggangan Utara - Pinang - Tangerang - Banten - 15143
448. Kunciran - Pinang - Tangerang - Banten - 15144
449. Kunciran Indah - Pinang - Tangerang - Banten - 15144
450. Kunciran Jaya - Pinang - Tangerang - Banten - 15144
451. Nerogtog - Pinang - Tangerang - Banten - 15145
452. Pinang - Pinang - Tangerang - Banten - 15145
453. Sudimara Pinang - Pinang - Tangerang - Banten - 15145
454. Gondrong - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15146
455. Kenanga - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15146
456. Ketapang - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15147
457. Petir - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15147
458. Cipondoh - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15148
459. Cipondoh Indah - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15148
460. Cipondoh Makmur - Cipondoh - Tangerang - Banten - 15148
461. Sudimara Barat - Ciledug - Tangerang - Banten - 15151
462. Sudimara Jaya - Ciledug - Tangerang - Banten - 15151
463. Sudimara Selatan - Ciledug - Tangerang - Banten - 15151
464. Sudimara Timur - Ciledug - Tangerang - Banten - 15151
465. Tajur - Ciledug - Tangerang - Banten - 15152
466. Paninggilan Selatan - Ciledug - Tangerang - Banten - 15153
467. Paninggilan Utara - Ciledug - Tangerang - Banten - 15153
468. Parung Serab - Ciledug - Tangerang - Banten - 15153
469. Gaga - Larangan - Tangerang - Banten - 15154
470. Larangan Indah - Larangan - Tangerang - Banten - 15154
471. Larangan Selatan - Larangan - Tangerang - Banten - 15154
472. Larangan Utara - Larangan - Tangerang - Banten - 15154
473. Cipadu - Larangan - Tangerang - Banten - 15155
474. Cipadu Jaya - Larangan - Tangerang - Banten - 15155
475. Kreo Selatan - Larangan - Tangerang - Banten - 15156
476. Kreo Utara - Larangan - Tangerang - Banten - 15156
477. Karang Mulya - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15157
478. Karang Tengah - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15157
479. Karang Timur - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15157
480. Padurenan - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15158
481. Pondok Pucung - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15158
482. Parung Jaya - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15159
483. Pondok Bahar - Karang Tengah - Tangerang - Banten - 15159

*Semoga bisa Bermanfaat Menjadi Bantuan Pecarian yg mudah dan efisien untuk pencarian*

Selasa, April 21, 2009

Sholat lupa?

Sholat ada yang Lupa?
Jika Kita Umat Muslim dalam sholat ada yang lupa, baik itu kurang reka'at ataupun kelebihan reka'at maka kita wajib melakukan Sujud Sahwi pada saat kita ingat, bisa dilakukan sebelum salam, bila kita mengingatnya sebelum salam dengan melakukan Sujud dua kali dengan disertai duduk diantara dua sujud tersebut, Bisa juga dilakukan setelah salam bila kita ingat saat sudah mengakhiri salam dengan melakukan SUJUD Sahwi seperti yg diterangkan diatas.
Lafaldnya sama seperti sujud biasa dalam Sholat yaitu: SUBHAANA ROBBIYAL A'LA WA BIHAMDI

Semoga sholat kita semua menjadi lebih afdhol karenanya

Wassalam
Cah Kebumen

Bacaan Zikir

Mari Berdzikir
Selayaknyalah kita semua selalu mengagungkan Asma Alloh, yang telah memberikan kita semua Nikmat, baik Nikmat Sehat, Nikmat kebahagiaan dan bahkan nikmat-nikmat yg tak pernah kita minta sekalipun, contoh: seisi alam ini seperti Udara, Air, Api, Tanah dsb, pernahkah kita memohon pada Alloh tatkala kita berdoa dengan memohon Ya Alloh, berikanlah kami hari ini udara yg cukup, atau angin yg berhembus segar? tapi. tanpa dimintapun kita selalu diberikan nikmat itu, walaupun kita tak berdoa sama sekali, bahkan kufur sekalipun, kita tetap diberikan Nikmat itu, itu karena apa? karena maha penyayangnya Alloh pada kita semua, cuma bedanya bagi yg kufur itu adalah Ujian (Surga Dunia) dan bagi yg bersyukur itu adalah Karunia.
Maka dari itu, Berdzikirlah selalu dalam situasi apapun baik suka maupun duka.
Bacaan Zikir yg Afdhol adalah: Subhaanallah wal Hamdulillah walaa Ilaaha Illallah Wallaahu Akbar

Semoga kita semua Umat islam selalu mendapatkan Rakhmat dan hidayahNYA amiin ya robbal 'alamiiin

Senin, April 20, 2009

HARUSKAH KITA JADI ORANG YANG MERUGI?


Assalamu'alaikum wr, wb

Wal'asri, demi waktu, sesungguhnya kita itu selalu merugi,
Renungkan, waktu terus berjalan tanpa kompromi, dan kita kadang hanya terdiam bahkan sering malas-malasan. Padahal paling lama kita hidup 60-80 tahun, sementara hari demi hari, bulan dan tahun demi tahun, apa yang telah kita lakukan? mengabdi pada Alloh?, atau pada pekerjaan duniawi?, coba kita hitung bersama berapa banyak kita berbuat baik, dan berapa banyak kita berbuat dzolim, sementara Dosa itu bagaikan angin, tanpa kita bergerak dia sudah behembus ke seluruh tubuh kita. Seperti pernah saya dengar, seorang ulama berkata "sejak bangun tidur kita membuka jendela, Dosa sudah menunggu dihadapan kita, entah dari Mata, Mulut, Telinga, Tangan, Kaki dan bahkan Hati Kita, selalu saja tergoda untuk berbuat Dosa tapi untuk melakukan Kebajikan, pernahkah terpikir?" bahkan solat kita saja mungkin karena diwajibkan, itupun kita sebatas menunaikan kewajiban itu belum dapat pahala, karena hukumnya wajib itu dilaksanakan berpahala (mungkin) dan ditinggalkan Sudah pasti Dosa, jadi antara mungkin dan Dosa, artinya mungkin berpahala dan mungkin gak, Wallohu 'alam
Maka mungkin benar kata Abu Nawas "Kita tidak pantas masuk surga, namun kita juga tidak ingin masuk neraka" karena apa? karena memang kita lebih banyak Dosanya dari pada Pahalanya, maka hanya kemuliaan Allohlah yang bisa bikin kita masuk dalam surganya, Amiin!
Maka dari itu, kita hendaknya selalu Itighfar untuk membersihkan Dosa-Dosa kecil kita, karena sesungguhnya Alloh maha Pengasih lagi maha Penyayang, bagi umat yang selalu mengingatnya.

Wassalamu'alaikum wr, wb
Cah Kebumen

Maaf artikel ini khusus bagi kaum muslimin, seiman seagama, tapi bagi yang non muslim boleh saja membaca siapa tau jadi pertimbangan tersendiri

Kamis, April 16, 2009

Manfaat Sebutir Telur


Manfaat Telur bagi Tubuh Kita

ADA
kabar gembira bagi Anda yang gemar makan telur. Para ahli dari Kanada menyebutkan bahwa konsumsi telur secara moderat dapat menurunkan tekanan darah, yang digoreng apalagi.
Para ilmuwan ini menemukan bahwa telur beraksi mirip obat penghambat ACE, penurun hipertensi.
Saat kontak dengan enzim perut, telur memroduksi sebuah protein yang memblokade angiotensin, hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Telur goreng merupakan benteng terbaik karena mereka memblokade angiotensin lebih banyak daripada yang direbus. Tapi, bukan berarti Anda mesti menggoreng semua makanan yang dikonsumsi.

Sebenarnya sangat sederhana penjelasannya, bahwa makan secukupnya–bukan sekedar mengikuti anjuran para ahli gizi–merupakan kunci bagi sehatnya tubuh.

Bahan makanan produk unggas telah lama jadi korban dan disalahkan. Mereka masuk daftar hitam, makanan buruk, tak menyehatkan. Bahkan ada yang menyebutkan makanan-makanan tersebut menyebabkan kanker.

Padahal selain mengandung kalsium yang luar biasa banyak, penelitian baru menyebutkan, produk unggas dan ternak dapat menurunkan risiko kanker.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan kurang lebih 400.000 orang, mereka yang mengonsumsi kalsium lebih banyak cenderung tidak mudah terkena kanker usus.

Kalsium juga membantu penyerapan vitamin D, yang merupakan pelindung tubuh dari sejumlah kanker.

Jenis makanan lain yang dipersalahkan sebagai penyebab kanker adalah daging merah. Tentu saja ada benarnya bila konsumsinya berlebihan.

Tapi bila Anda benar-benar takut dengan apa yang Anda konsumsi, daging merah dapat digoreng dengan bir atau anggur merah agar risiko kanker bisa dikurangi.

Para ahli dari Universitas Porto di Portugal menemukan bahwa bahan-bahan ini (bir dan anggur merah) dapat menciptakan senyawa kimia baru yang membunuh kanker bila daging dimasak dalam suhu yang tinggi.

Daging merah merupakan sumber protein dan tenaga juga besi. Vitamin B juga terkandung banyak di dalamnya. Sangat penting bagi kesehatan sistem saraf, fungsi otak kita.

sumber : kompas.kesehatan.com

Obat Herbal (Tongkat Ali) Pasak Bumi


Khasiat Tumbuhan Tongkat Ali (Pasak Bumi)

Tongkat Ali atau Eurycoma longifolia jack adalah pohon kecil yang tumbuh di hutan-hutan Malaysia dan Asia Tenggara. Di Malaysia dan Singapura dikenal dengan nama Tongkat Ali, di Thailand disebut Piak atau Tung Saw dan di Indonesia disebut Pasak Bumi. Penduduk di daerah-daerah tersebut telah menggunakan semua bagian tumbuhan ini untuk mengobati berbagai penyakit. Unsur-unsur aktif dalam Eurycoma longifolia mencakup quassin, neo-quassin, glaukarubin, sedrin, dan erycomanol. Secara umum, unsur-unsur tersebut adalah turunan senyawa dengan 20 atom karbon.
Tongkat Ali telah dikenal di seluruh dunia sebagai peningkat testosterone yang efektif. Hormon testosteron dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi pria. Tingkat testosteron yang memadai membantu mempertahankan tingkat energi yang lebih tinggi, suasana hati yang gembira, peningkatan kesuburan dan gairah seksual.
Di masa lalu, Tongkat Ali telah digunakan sebagai peningkat gairah seksual dan untuk mengobati berbagai disfungsi seksual dalam pengobatan tradisional. Kini para ilmuwan mendapati keampuhannya dalam mengobati disfungsi seksual. Ada begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa Tongkat Ali meningkatkan kemampuan seksual dan kejantanan pada mamalia.
Penduduk Asia Tenggara juga menggunakan herbal ini karena khasiatnya sebagai obat anti-malaria, anti-piretik, anti-tukak, dan afrodisiak. Ekstrak Tongkat Ali telah terbukti meningkatkan massa otot pada manusia. Oleh karena itu Tongkat Ali menjadi komponen penting dalam banyak suplemen pembesar otot. Kini banyak olahragawan dan binaragawan telah mulai menggunakan suplemen Tongkat Ali untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot mereka, serta untuk memperbaiki performa mereka dalam berbagai ajang olahraga.

Jumat, Maret 06, 2009

Pedoman Amal Shalih

Tauhid Adalah Syarat Utama Beramal Shalih

Amal shalih apapun, baik itu shalat, shaum,zakat, haji, infaq, birrul walidain (bakti pada orang tua) dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada pahalanya bila tidak disertai tauhid yang bersih dari syirik. Berapa banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang tetap tidak mungkin ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut, sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. Anda telah mengetahui makna kufur kepada thaghut beserta thaghut-thaghut yang mesti kita kafir kepadanya. Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin dan dengannya amalan bisa diterima, Allah ta’ala berfirman : “Siapa yang melakukan amal shalih baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin, maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin, sedang orang yang suka membuat tumbal, sesajen, meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung demokrasi atau nasionalisme dan falsafah system syirik lainya dia bukanlah orang mukmin, tetapi dia musyrik, karena tidak kufur kepada thaghut, sehingga shalat, shaum, zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya.

Juga Allah ta’ala berfirman : “Siapa yang melakukan amal shalih, baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin, maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi didalamnya tanpa perhitungan” (Ghafir/Al Mukmin : 60)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala masuk surga bagi orang yang beramal shalih dengan syarat bahwa dia mukmin, sedangkan para pendukung Pancasila, Demokrasi, dan Undang Undang Dasar buatan tidaklah dikatakan mukmin, karena tidak kufur kepada thaghut, tapi justeru dia adalah hamba thaghut.

Juga dalam firmanNya ta’ala : “Dan siapa yang melakukan amalan-amalan shalih baik laki-laki atau perempuan, sedang dia itu mukmin, maka mereka masuk surga dan mereka tidak dizalimi barang sedikitpun” (An Nisa : 124)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala surga bagi orang yang beramal shalih, dengan syarat dia mukmin, sedangkan aparat thaghut, Demokrasi, Pancasila, Undang Undang Dasar buatan dan Pemerintah kafir mereka itu bukan mukmin, karena tidak kafir terhadap thaghut, bahkan mereka menjadi pelindung dan benteng thaghut.

Juga firmanNya ta’ala : Dan siapa yang melakukan amal-amal shalih sedang dia itu mukmin, maka dia tidak takut dizalimi dan tidak pula takut akan dikurangi” (Thaha : 112) ini berbeda dengan orang musyrik dan kafir, dia tidak dapat apapun dari amal shalih yang dia kerjakan.

Juga firmanNya ta’ala : “Dan siapa yang melakukan amal shalih, sedang dia itu mukmin maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya dan sesungguhnya Kami tuliskan bagi dia apa yang dia lakukan” (Al Anbiya : 94)

Sedangkan para penguasa system syirik dan para pejabatnya serta para anggota parlemennya bukanlah orang mukmin tetapi mereka adalah Thaghut.

Semua ayat mengisyaratkan iman untuk diterimanya amal shalih, sedangkan para penyembah kuburan atau batu atau pohon keramat atau pengusung demokrasi atau hukum buatan manusia atau falsafah syirik (seperti Pancasila, dan Undang Undang Dasar buatan) atau aparat keamanan penguasa thaghut bukanlah orang yang kafir terhadap thaghut.

Jadi, kemanakah amalan-amalan yang mereka lakukan? Maka jawabannya ; hilang, sirna lagi sia-sia, sebagaimana firmanNya Subhanahu Wa Ta’ala: “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65)

Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik, maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan diatas kemusyrikan, padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. Allah ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik, maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya, lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan, sebagaimana firmanNya ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang kafir dengan debu, dan kekafiran/kemusyrikan mereka diserupakan dengan angina topan. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan… ? tentu lenyaplah debu itu.

Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana ditanah lapang, yang dikira air oleh orang yang dahaga, sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa, justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39)

Orang yang musyik disaat dia melakukan shalat, zakat, shaum, dan sebagainya, mengira bahwa pahalanya banyak disisi Allah, tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab!

Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan : “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan, kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (al Furqan : 23)

Sungguh… sangatlah dia merugi sebagaimana dalam ayat lain : “Katakanlah, “Apakah kalian mau kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi amalannya, yaitu orang-orang yang sia-sia amalannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka mengira bahwa mereka melakukan perbuatan baik?” (Al Kahfi : 102-104)

Ya, memang mereka rugi karena mereka lelah, capek, letih, berusaha keras, serta berjuang untuk amal kebaikan, tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid. Allah ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah, dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4).

Ini (tauhid) adalah syarat paling mendasar yang jarang diperhatikan oleh banyak orang. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan, yaitu ikhlas dan mutaba’ah. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya :

Pertama: Ikhlas. Orang yan melakukan amal shaleh akan tetapi tidak ikhlas ,justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang, maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana firmanNya : “Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110)

Ayat ini berkenaan dengan ikhlas, orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan yang lain bersama Allah maka ia itu tidak ikhlas.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : ‘Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu, siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu, maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. Muslim)

Kedua: Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Rasul). Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlas akan tetapi tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka pasti ditolak. Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami , maka itu tertolak” (HR. Muslim)
Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. At Tirmidzi)

Sedikit amal tapi diatas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”
Jadi, dalam urusan ibadah, antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang kamu jadikan dasar? Karena siapa kamu beramal ?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita.

wallahu a’lam bis showab..

Bila Ajal (Kematian) Menjemput


INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJI'UN

Setiap Makhluk di dunia ini pasti akan mengalami kematian, dan kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup, kematian atau yag sering disebut Ajal adalah pergantian dari alam satu ke alam yang lain Kita manusia dimulai dari alam Kandungan menuju alam Dunia dan selanjutnya ke alam Kubur (Barzah) dan menuju alam Akhirat.

Setiap apa-apa yg hidup pasti akan mati, setiap kematian mengalami proses yang berbeda-beda dan semua sudah menjadi takdir kita umat manusia dimuka bumi ini,. Ajal atau kematian atau berpisahnya roh dari jasad tubuh kita. Sudah adakah persiapan kita untuk menghadapinya?

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.”
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:
“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:
“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan : Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.”
Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud : “Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:”Roh itu menuju ketujuh tempat :

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.”

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:

1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

Wallohu a'lam

Sekian untuk ingatan kita bersama.
Wassallam.

Dari Berbagai sumber

Senin, Februari 23, 2009

25 Nabi & Rosul


25 Nabi & Rosul:
1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS. (Ulul Azmi)
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS. (Ulul Azmi)
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS. (Ulul Azmi)
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS. (Ulul Azmi)
25. Muhammad SAW. (Ulul Azmi)

Cara Shalat Sunnah Tahajjud

Shalat Sunnah Tahajjud

Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 1.00 malam sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu shubuh"(al Hadits).

Cara Melaksakan Shalat Tahajjud :

Shalat Tahajjud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rokaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya sampai hampir masuk waktu shubuh dan dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam sebagaimana hadits Nabi saw:

"Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat apabila khawatir akan masuk waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja" ( HR.Bukhari-Muslim ).

  • > Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. "Aku niat shalat sunah Tahajjud dua rakaat karena Allah"

  • > Membaca doa Iftitah

  • > Membaca surat al Fatihah

  • > Membaca salah satu surat didalam al quran.Afdhalnya rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas

  • > Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali

  • > I'tidal sambil membaca bacaannya

  • > Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

  • > Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya

  • > Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

  • > Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas.

  • > Setelah selesai shalat Tahajjud bacalah zikir yang mudah ( Allah - Allah - Allah ) terutama perbanyak Istigfar (mohon ampun), adakan dialog bathin dengan Allah sampaikan semua unek-unek yang ada dalam hati lalu ditutup dengan doa

Jumat, Februari 20, 2009

Syukur Nimat


NIKMAT SEHAT DAN NIKMAT KESEMPATAN

Suatu ketika Rasulullah SAW berpesan kepada Ibnu Abbas tentang dua kenikmatan yang sering membuat manusia lupa, lalai, dan tertipu.
Beliau, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, mengistilahkan orang-orang seperti itu sebagai maghbun, yaitu mereka yang sering melupakan atau meremehkan kondisi sehat dan kesempatan (waktu luang).
Sabda Rasulullah SAW, ''Kondisi sehat dan kesempatan luang adalah dua nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia, namun sering mereka lupakan.'' Dari hadis ini, ada dua pesan yang Nabi SAW sampaikan.
Pertama, manusia hendaknya selalu menyikapi segala keadaan yang mereka alami sebagai nikmat dari Allah SWT. Karena itu, mereka mesti menyadari bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan sebagai wujud rasa terima kasih kita kepada pemberi nikmat itu.
Ketika sehat, kita sebetulnya ditegur untuk selalu ingat bahwa kesehatan adalah nikmat luar biasa. Dengan demikian, kita akan selalu menggunakan kesehatan yang kita miliki untuk makin meningkatkan ketaatan kepada-Nya.
Kedua, manusia hendaknya selalu mengoptimalkan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif bagi dirinya dan orang lain. Karena, kebanyakan manusia terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi hingga melupakan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat. Seakan tidak ada waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, yang ada adalah waktu untuk memperoleh materi duniawi.
Mereka tidak sadar andaikata diberikan banyak harta dan kemewahan namun Alloh cabut satu nikmat saja berupa sakit, maka apalah arti semua itu bila kita tidak bisa menikmatinya.
Pernahkah kita bangun tidur lalu berdoa memohon pada Alloh SWT, Ya Alloh, Terimakasih engkau telah memberikan nikmat penglihatanku, udara untuk nafasku, air dan lainnya untuk makan minumku dan nikmat-nikmat lain?, kebanyakan doa-doa yg kita minta adalah rizki, jabatan, dan kesenangan dunia lainnya tanpa membalas dengan rasa syukur atas nikmat yang paling utama, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.
Hal demikianlah yang sangat Rasulullah khawatirkan. Kesehatan dan kesempatan adalah dua hal utama yang sering membuat manusia melupakan Allah SWT. Inilah yang disinyalir oleh ulama besar Ibnu al-Jauzi, ''Terkadang manusia itu sehat, tapi tidak memiliki kesempatan luang karena kesibukannya dengan urusan dunia. Ada juga yang memiliki kesempatan luang, namun tidak sehat. Ketika dua hal ini ada pada diri manusia, ternyata membuat mereka malas untuk taat kepada Allah, maka inilah orang-orang yang maghbun.''

Ketika mengomentari istilah maghbun ini, ulama Ibnu Baththal mengatakan, ''Maksud hadis yang Nabi SAW sampaikan ini adalah bahwa seseorang yang mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang Allah SWT berikan, dengan melakukan apa yang Allah SWT perintahkan dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya, maka ia tidak termasuk golongan orang-orang yang maghbun.''
Kita tentunya tidak ingin termasuk dalam golongan orang-orang yang Rasulullah SAW sebut sebagai orang-orang yang maghbun. Yaitu, orang-orang yang sama sekali tidak memahami hakikat kesehatan yang dimilikinya, sehingga tidak mensyukurinya. Juga orang-orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk semakin menambah kataatan pada Allah SWT. Manusia yang cerdas akan memahami itu semua sebagai sebuah kenikmatan yang menyadarkannya. Kenikmatan yang disyukuri dalam bentuk amalan nyata lahir dan batin, akan mengantarkan manusia menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Kesehatan dan kesempatan luang yang dimiliki justru akan dipahami sebagai sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan nilai-nilai amal di hadapan Allah SWT. Wallahu a'lam

Jumat, Februari 06, 2009

Mensyukuri Nikmat Allah



Allah senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat dihitung banyaknya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Surat An-Nahl:18:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya engkau tidak dapat menghitung jumlahnya."
Sungguh benar firman Allah, andaikata kita hitung satu per satu, nikmatnya mata hingga kita bisa memandang indahnya dunia, nikmatnya telinga hingga kita bisa mendengarkan suara-suara yang indah, juga organ-organ tubuh kita: jantung, paru-paru, ginjal, otak, dll, itu adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita secara gratis tanpa membayarnya.
Dan yang tidak kalah penting adalah nikmat Allah berupa umur dan rizki yang telah kita peroleh sampai saat ini. Adakah kita pernah mengira bahwa nikmat rizki dan umur bukan berasal dari Allah? Tidak, semua yang ada di alam raya ini adalah milik Allah, termasuk diri kita sendiri, adapun umur dan rizki yang kita peroleh hanyalah titipan Allah belaka yang nantinya harus kita pertanggungjawabkan kepada yang memilikinya, yaitu Allah SWT.
Apabila kita mencoba untuk menelaah lebih dalam nikmat yang besar itu pada dasarnya tergantung pada nikmat yang kecil, la insyakartum laa adziidanakum, barangsiapa yang mensyukuri nikmat yang ada, maka Allah akan menambah nikmat baginya. Oleh karena itu, janganlah merisaukan nikmat-nikmat lain yang belum kita miliki, jangan khawatir oleh aneka nikmat yang kita inginkan dan belum kita peroleh, tetapi risaukanlah nikmat yang ada dan belum sempat kita mensyukurinya. Boleh jadi kita sering panik ketika memikirkan sesuatu yang belum kita miliki. Padahal, kita seharusnya lebih memikirkan tentang bagaimana caranya kita mensyukuri apa yang telah kita nikmati. Sebab rasa syukur itulah yang akan mencukupkan dan akan mengundang nikmat-nikmat berikutnya.
Alangkah berat jika kita merasa memiliki sesuatu, namun kita takut kehilangan atau takut tersaingi. Ada sebuah perumpamaan yang sederhana mengenai tukang parkir. Walaupun banyak mobil dia tidak sombong, ganti-ganti mobil dia juga tidak menjadi takabur. Bahkan ketika semua mobil diambil sampai habis, dia tidak sakit hati. Sebab, dia hanya merasa dititipi. Lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardl, semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Salah satu yang bisa membuat kita tenteram dan menjadi ahli syukur adalah kita sadar bahwa semua nikmat yang ada ini hanya berasal dari Allah dan hanya milik Allah. Adapun kita, hanya sekedar tertitipi beberapa saat saja.
Oleh karena itu, adanya nikmat jangan membuat kita menjadi sombong, karena itu hanya titipan saja. Sedikitnya nikmat juga tidak usah membuat kita minder, karena itu juga titipan. Melihat orang lain yang tertitipi banyak rizki, kita sama sekali tak perlu dengki. Sebab yang mereka miliki juga hanya titipan dari Allah. Maka sesuka Allah-lah membagikan nikmat kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. dan kalau diambil oleh Allah pun tak perlu sakit hati, karena memang semua nikmat itu hanyalah titipan dariNya.
Orang yang paling beruntung di dalam hidup ini adalah orang yang dipenuhi oleh rasa syukur. Ada 5 bentuk syukur nikmat yang perlu kita renungkan.
1. Yakinkan bahwa semua nikmat itu hanya milik Allah. Tiada pembagi nikmat selain Dia.
2. Ucapkan alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujilah Allah dalam segala situasi karena apa yang kita nikmati sesungguhnya melampaui apa yang menyusahkan diri kita. Jika kita dipuji orang sebagai orang yang cerdas, maka sebenarnya otak dan pikiran kita adalah ciptaan Allah. Dan kalau pun dipuji karena harta, itu pun ternyata hanya titipan belaka. Ucapan alhamdulillah yang muncul dari pikiran yang sehat dan sempurna pasti akan menimbulkan rasa syukur atas segala nikmat yang diterimanya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Ucapan subhanallah akan menimbulkan rasa takjub yang mengartikan kebesaran Allah serta kesucian-Nya dari segala sifat-sifat kekurangan.
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan nikmat. Harus disadari bahwa selain syukur kepada Allah, kita juga harus bersyukur kepada manusia sebab tidak disebut seseorang itu sebagai ahli syukur kecuali ia juga pandai bersyukur kepada manusia.
4. Jadikan setiap kenikmatan itu menjadi jalan pendekat kepada Allah. Orang yang bersyukur karena memiliki keturunan, maka ia mempunyai kewajiban untuk mendidik anak keturunannya itu agar dekat dengan Allah, agar menjadi anak yang sholeh berbhakti kepada kedua orangtuanya.
5. Bagi orang yang bersyukur karena memiliki profesi sebagai guru atau pendidik, maka profesi itu harus dijalani dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dari anak didik, justru sebaliknya harus membekali mereka dengan ilmu untuk masa depannya, itulah investasi kita di alam kubur sebagai amal jariyah.

Tiada Tuhan selain Allah, yang menciptakan nikmat. Dia pula yang memberikan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Walaupun seluruh kata-kata kita kerahkan untuk memuja dan memuji-Nya, pastilah tidak sebanding dengan keagungan, kebebasan, dan limpahan nikmat yang telah Allah limpahkan.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:

"Wahai hamba-Ku, tidak Ku-ciptakan kalian hanya karena ingin memperbanyak jumlah kalian yang sedikit, juga bukan untuk tujuan bersenang-senang dengan kalian karena rasa kesepian. Bukan pula karena Aku ingin meminta tolong kepada kalian karena suatu hal yang tak mampu Ku-atasi. Aku ciptakan kalian agar kalian berdzikir kepada-Ku sebanyak-banyaknya, beribadah kepada-Ku selama-lamanya, dan agar kalian bertasbih kepada-Ku setiap pagi dan petang hari."
Berkenaan dengan hadits tersebut kita harus meniatkan apa-apa yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah. Sebagai seorang petani atau pedagang maka bertani dan berdaganglah secara Islami dan meniatkan untuk memperoleh ridho Allah, jika demikian insya Allah akan dicatat sebagai amal ibadah disamping ibadah-ibadah lain yang harus kita lakukan. Sebagai seorang penuntut ilmu, baik itu ilmu agama atau pun ilmu di sekolah, jika kita niatkan semata-mata untuk memperoleh ridho Allah maka insya Allah dia tercatat sebagai seorang ahli dzikir.
Umur yang kita pakai sekarang ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah untuk apa saja umur kita habiskan. Bentuk rasa syukur kelima berhubungan dengan nikmat umur yang telah kita jalani adalah kita sering-sering mengevaluasi diri, menghisab diri sendiri sebelum kita dihisab di hari perhitungan nanti di akhirat.
Oleh karena itu marilah kita sama-sama mengingat maut yang sewaktu-waktu bisa datang menjemput kita. Supaya rasa syukur kita terhadap nikmat umur semakin bertambah.
Marilah kita berdoa bersama-sama, menghadapkan wajah kita kepada Allah, agar kita diberikan kesempatan untuk bisa menghadapkan wajah kita kepada Allah dengan tenang di akhirat nanti.

Sumber: MQ

Senin, Januari 26, 2009

Gerhana Matahari Cincin



Gerhana Matahari Cincin Baru saja kita saksikan hari senin lalu Terjadi sekitar Pukul 16:00 WIB dengan kisaran waktu sekitar 6 menit dan kita bisa menyaksikan langsung lewat teropong khusus atau kacamata khusus gerhana agar tidak terjadi kerusakan pada mata kita, sayangnya dari Jakarta suasana mendung, banyak yang gak bisa menyaksikan saat berbentuk seperti cincin
Namun lebih dari pada itu kita patut bersyukur bagi yang bisa menyaksikan (Tanda-tanda kebesaran Alloh) yg menurut ahli Meteorologi terjadi lagi sekitar 9 tahun sekali atau Gerhana Total kira-kira 7 Tahun lagi sekitar Th 2016 Insya Alloh kita akan melihat Gerhana Matahari total, cuma tidak semua wilayah Indonesia Bisa menyaksikan kejadian gerhana tersebut. Pada saat Gerhana berlangsung, kita sebagai ummat Muslim disunatkan melakukan Sholat Sunat Gerhana (Sunat muakkadah).

Cara Solat Sunat Gerhana

Solat gerhana ini disunatkan untuk ditunaikan secara berjemaah dengan diseru sebelum mendirikannya : as-Solatu Jaami'ah!! (Solat berjemaah)

Lafaz Niat Solat Sunat Gerhana Bulan

أُصَلِّى سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَينِ للهِ تَعَالَى

Ertinya : “ Sahaja aku solat sunat gerhana bulan dua rakaat kerana Allah Taala.”

Lafaz Niat Solat Sunat Gerhana Matahari

أُصَلِّى سُنَّةَ الْكُسُوفِ رَكْعَتَينِ للهِ تَعَالَى

Ertinya : “ Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat kerana Allah Taala.”

Niatnya : "Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat mengikut imam kerana Allah Ta'ala" - (Jika berimam) ataupun "Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat kerana Allah Ta'ala" - (Jika solat seorang diri)

Solat gerhana ini boleh dilakukan secara berseorang atau secara berjemaah dan sebaiknya dilakukan secara berjemaah. Solat Gerhana mengandungi 2 rakaat, 4 al-Fatihah, 4 rukuk, dan 4 sujud.

(Sahih Muslim 2-hlm: 81) Secara ringkasnya Menurut Solat Rosululloh SAW seperti berikut :

A Rakaat Pertama
1. Takbiratul Ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca Ta`awudz.
4. Membaca surah al-Fatihah.
5. Membaca mana-mana surah,yang terlebih afdhal surah ABaqarah.
6. Ruku’ dan membaca tasbih kira-kira membaca 100 ayat.
7. Iktidal (AllahuAkbar)serta membaca surah al-Fatihah dan membaca ali-Imran atau mana-mana surah.
8. Ruku dangan membaca tasbih kira-kira membaca 90 ayat.
9. Iktidal.(SamiAllahulimanHamidah)
10.Sujud dan membaca tasbih.
11.Duduk antara 2 sujud.
12.Sujud kembali.
13.Berdiri ke rakaat kedua.

B. Rakaat Kedua
1. Membaca surah al-Fatihah.
2. Membaca surah al-Nisa’ atau mana-mana surah.
3. Ruku’ dan membaca tasbih kira-kira membaca 70 ayat semasa ruku’.
4. Iktidal (AllahuAkbar) serta membaca surah al-Fatihah dan membaca surah Al-Maidah atau mana-mana surah. 5. Ruku dangan membaca tasbih kira-kira membaca 50 ayat.
6. Iktidal.(SamiAllahulimanHamidah)
7. Sujud dan membaca tasbih.
8. Duduk antara 2 sujud.
9. Sujud kembali.
10.Membaca tasyahud akhir.
11.Memberi salam.

  • Tiada iqamah tapi cukup sekadar ucapan : ( الصِّلاَةُ جَامِعَةً )
  • Mana-mana surah hendaklan mengikut susunan surah dari Al-Quran
  • Sunat menyaringkan suara pada bacaan Fatihah dan surah ketika solat sunat gerhana bulan dan perlahan ketika solat sunat gerhana matahari.
  • Disunatkan mandi untuk solat gerhana, seperti hendak solat Jumaat.

(Dari berbagai Sumber)

Jumat, Januari 16, 2009

PERJALANAN HIDUP MANUSIA


Dunia ini adalah jalan menuju Akhirat, dalam hidup kita diberikan Amanat oleh Alloh SWT, Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua bahkan pikun.

Di dunia inilah manusia bersama dengan jin mendapat taklif (tugas) dari Allah, yaitu ibadah. Dan dalam menjalani taklifnya di dunia, manusia dibatasi oleh empat dimensi; dimensi tempat, yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu, yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup, yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal.

Allah Ta’ala telah melengkapi manusia dengan perangkat pedoman hidup agar dalam menjalani hidupnya di muka bumi tidak tersesat. Allah telah mengutus rasulNya, menurunkan wahyu Al-Qur’an dan hadits sebagai penjelas, agar manusia dapat mengaplikasikan pedoman itu secara jelas tanpa keraguan. Sayangnya, banyak yang menolak dan ingkar terhadap pedoman hidup tersebut. Banyak manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya ketimbang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.

Maka, orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktifitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.

Dunia dengan segala kesenangannya merupakan tempat ujian bagi manusia. Apakah yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sesuai dengan aturan Allah swt. atau menyimpang dari ajaran-Nya? Apakah segala fasilitas yang diperoleh manusia dimanfaatkan sesuai perintah Allah atau tidak? Dunia merupakan medan ujian bagi manusia, bukan medan untuk pemuas kesenangan sesaat. Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hidup di dunia. Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah saw. tidur diatas tikar, ketika bangun ada bekasnya. Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau kami sediakan untukmu kasur.” Rasululah saw. bersabda: “Untuk apa (kesenangan) dunia itu? Hidup saya di dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)

Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Semuanya akan mati, apakah itu pahlawan ataukah selebriti, orang beriman atau kafir, pemimpin atau rakyat, kaya atau miskin, tua atau muda, lelaki atau perempuan. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan oleh manusia tidak akan berguna, kecuali amal shalihnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang. Tetapi, kematian adalah akhir dari kehidupannya di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya dari amal perbuatan untuk kemudian melakukan rihlah atau perjalanan hidup berikutnya.

Bagi orang beriman, kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan, dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan, dan membahagiakan. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1.000 tahun lagi. Tetapi, sikap itu adalah sia-sia. Utopia belaka. Karena, kematian pasti datang menjumpainya. Suka atau tidak suka.