Aku lahir di Kebumen Jawa Tengah, Sekarang tinggal di Jakarta Timur, Tepatnya Samping Taman Mini Indonesia Indah dan Pindah Juga Nggak Jauh-jauh dari situ deh, Mau Maen?...
Cari Berita
Selasa, April 21, 2009
Sholat lupa?
Jika Kita Umat Muslim dalam sholat ada yang lupa, baik itu kurang reka'at ataupun kelebihan reka'at maka kita wajib melakukan Sujud Sahwi pada saat kita ingat, bisa dilakukan sebelum salam, bila kita mengingatnya sebelum salam dengan melakukan Sujud dua kali dengan disertai duduk diantara dua sujud tersebut, Bisa juga dilakukan setelah salam bila kita ingat saat sudah mengakhiri salam dengan melakukan SUJUD Sahwi seperti yg diterangkan diatas.
Lafaldnya sama seperti sujud biasa dalam Sholat yaitu: SUBHAANA ROBBIYAL A'LA WA BIHAMDI
Semoga sholat kita semua menjadi lebih afdhol karenanya
Wassalam
Cah Kebumen
Bacaan Zikir
Selayaknyalah kita semua selalu mengagungkan Asma Alloh, yang telah memberikan kita semua Nikmat, baik Nikmat Sehat, Nikmat kebahagiaan dan bahkan nikmat-nikmat yg tak pernah kita minta sekalipun, contoh: seisi alam ini seperti Udara, Air, Api, Tanah dsb, pernahkah kita memohon pada Alloh tatkala kita berdoa dengan memohon Ya Alloh, berikanlah kami hari ini udara yg cukup, atau angin yg berhembus segar? tapi. tanpa dimintapun kita selalu diberikan nikmat itu, walaupun kita tak berdoa sama sekali, bahkan kufur sekalipun, kita tetap diberikan Nikmat itu, itu karena apa? karena maha penyayangnya Alloh pada kita semua, cuma bedanya bagi yg kufur itu adalah Ujian (Surga Dunia) dan bagi yg bersyukur itu adalah Karunia.
Maka dari itu, Berdzikirlah selalu dalam situasi apapun baik suka maupun duka.
Bacaan Zikir yg Afdhol adalah: Subhaanallah wal Hamdulillah walaa Ilaaha Illallah Wallaahu Akbar
Semoga kita semua Umat islam selalu mendapatkan Rakhmat dan hidayahNYA amiin ya robbal 'alamiiin
Senin, April 20, 2009
HARUSKAH KITA JADI ORANG YANG MERUGI?

Assalamu'alaikum wr, wb
Wal'asri, demi waktu, sesungguhnya kita itu selalu merugi,
Renungkan, waktu terus berjalan tanpa kompromi, dan kita kadang hanya terdiam bahkan sering malas-malasan. Padahal paling lama kita hidup 60-80 tahun, sementara hari demi hari, bulan dan tahun demi tahun, apa yang telah kita lakukan? mengabdi pada Alloh?, atau pada pekerjaan duniawi?, coba kita hitung bersama berapa banyak kita berbuat baik, dan berapa banyak kita berbuat dzolim, sementara Dosa itu bagaikan angin, tanpa kita bergerak dia sudah behembus ke seluruh tubuh kita. Seperti pernah saya dengar, seorang ulama berkata "sejak bangun tidur kita membuka jendela, Dosa sudah menunggu dihadapan kita, entah dari Mata, Mulut, Telinga, Tangan, Kaki dan bahkan Hati Kita, selalu saja tergoda untuk berbuat Dosa tapi untuk melakukan Kebajikan, pernahkah terpikir?" bahkan solat kita saja mungkin karena diwajibkan, itupun kita sebatas menunaikan kewajiban itu belum dapat pahala, karena hukumnya wajib itu dilaksanakan berpahala (mungkin) dan ditinggalkan Sudah pasti Dosa, jadi antara mungkin dan Dosa, artinya mungkin berpahala dan mungkin gak, Wallohu 'alam
Maka mungkin benar kata Abu Nawas "Kita tidak pantas masuk surga, namun kita juga tidak ingin masuk neraka" karena apa? karena memang kita lebih banyak Dosanya dari pada Pahalanya, maka hanya kemuliaan Allohlah yang bisa bikin kita masuk dalam surganya, Amiin!
Maka dari itu, kita hendaknya selalu Itighfar untuk membersihkan Dosa-Dosa kecil kita, karena sesungguhnya Alloh maha Pengasih lagi maha Penyayang, bagi umat yang selalu mengingatnya.
Wassalamu'alaikum wr, wb
Cah Kebumen
Maaf artikel ini khusus bagi kaum muslimin, seiman seagama, tapi bagi yang non muslim boleh saja membaca siapa tau jadi pertimbangan tersendiri
Kamis, April 16, 2009
Manfaat Sebutir Telur

Manfaat Telur bagi Tubuh Kita
ADA kabar gembira bagi Anda yang gemar makan telur. Para ahli dari Kanada menyebutkan bahwa konsumsi telur secara moderat dapat menurunkan tekanan darah, yang digoreng apalagi.
Para ilmuwan ini menemukan bahwa telur beraksi mirip obat penghambat ACE, penurun hipertensi.
Saat kontak dengan enzim perut, telur memroduksi sebuah protein yang memblokade angiotensin, hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Telur goreng merupakan benteng terbaik karena mereka memblokade angiotensin lebih banyak daripada yang direbus. Tapi, bukan berarti Anda mesti menggoreng semua makanan yang dikonsumsi.
Sebenarnya sangat sederhana penjelasannya, bahwa makan secukupnya–bukan sekedar mengikuti anjuran para ahli gizi–merupakan kunci bagi sehatnya tubuh.
Bahan makanan produk unggas telah lama jadi korban dan disalahkan. Mereka masuk daftar hitam, makanan buruk, tak menyehatkan. Bahkan ada yang menyebutkan makanan-makanan tersebut menyebabkan kanker.
Padahal selain mengandung kalsium yang luar biasa banyak, penelitian baru menyebutkan, produk unggas dan ternak dapat menurunkan risiko kanker.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan kurang lebih 400.000 orang, mereka yang mengonsumsi kalsium lebih banyak cenderung tidak mudah terkena kanker usus.
Kalsium juga membantu penyerapan vitamin D, yang merupakan pelindung tubuh dari sejumlah kanker.
Jenis makanan lain yang dipersalahkan sebagai penyebab kanker adalah daging merah. Tentu saja ada benarnya bila konsumsinya berlebihan.
Tapi bila Anda benar-benar takut dengan apa yang Anda konsumsi, daging merah dapat digoreng dengan bir atau anggur merah agar risiko kanker bisa dikurangi.
Para ahli dari Universitas Porto di Portugal menemukan bahwa bahan-bahan ini (bir dan anggur merah) dapat menciptakan senyawa kimia baru yang membunuh kanker bila daging dimasak dalam suhu yang tinggi.
Daging merah merupakan sumber protein dan tenaga juga besi. Vitamin B juga terkandung banyak di dalamnya. Sangat penting bagi kesehatan sistem saraf, fungsi otak kita.
sumber : kompas.kesehatan.com
Obat Herbal (Tongkat Ali) Pasak Bumi

Khasiat Tumbuhan Tongkat Ali (Pasak Bumi)
Tongkat Ali atau Eurycoma longifolia jack adalah pohon kecil yang tumbuh di hutan-hutan Malaysia dan Asia Tenggara. Di Malaysia dan Singapura dikenal dengan nama Tongkat Ali, di Thailand disebut Piak atau Tung Saw dan di Indonesia disebut Pasak Bumi. Penduduk di daerah-daerah tersebut telah menggunakan semua bagian tumbuhan ini untuk mengobati berbagai penyakit. Unsur-unsur aktif dalam Eurycoma longifolia mencakup quassin, neo-quassin, glaukarubin, sedrin, dan erycomanol. Secara umum, unsur-unsur tersebut adalah turunan senyawa dengan 20 atom karbon.
Tongkat Ali telah dikenal di seluruh dunia sebagai peningkat testosterone yang efektif. Hormon testosteron dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi pria. Tingkat testosteron yang memadai membantu mempertahankan tingkat energi yang lebih tinggi, suasana hati yang gembira, peningkatan kesuburan dan gairah seksual.
Di masa lalu, Tongkat Ali telah digunakan sebagai peningkat gairah seksual dan untuk mengobati berbagai disfungsi seksual dalam pengobatan tradisional. Kini para ilmuwan mendapati keampuhannya dalam mengobati disfungsi seksual. Ada begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa Tongkat Ali meningkatkan kemampuan seksual dan kejantanan pada mamalia.
Penduduk Asia Tenggara juga menggunakan herbal ini karena khasiatnya sebagai obat anti-malaria, anti-piretik, anti-tukak, dan afrodisiak. Ekstrak Tongkat Ali telah terbukti meningkatkan massa otot pada manusia. Oleh karena itu Tongkat Ali menjadi komponen penting dalam banyak suplemen pembesar otot. Kini banyak olahragawan dan binaragawan telah mulai menggunakan suplemen Tongkat Ali untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot mereka, serta untuk memperbaiki performa mereka dalam berbagai ajang olahraga.
Jumat, Maret 06, 2009
Pedoman Amal Shalih
Tauhid Adalah Syarat Utama Beramal Shalih
Amal shalih apapun, baik itu shalat, shaum,zakat, haji, infaq, birrul walidain (bakti pada orang tua) dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada pahalanya bila tidak disertai tauhid yang bersih dari syirik. Berapa banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang tetap tidak mungkin ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut, sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. Anda telah mengetahui makna kufur kepada thaghut beserta thaghut-thaghut yang mesti kita kafir kepadanya. Kufur kepada thaghut serta iman kepada Allah adalah dua hal yang dengannya orang bisa dikatakan mukmin dan dengannya amalan bisa diterima, Allah ta’ala berfirman : “Siapa yang melakukan amal shalih baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin, maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl : 97)
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala amal shalih hanya bagi orang mukmin, sedang orang yang suka membuat tumbal, sesajen, meminta kepada orang yang sudah mati atau mengusung demokrasi atau nasionalisme dan falsafah system syirik lainya dia bukanlah orang mukmin, tetapi dia musyrik, karena tidak kufur kepada thaghut, sehingga shalat, shaum, zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya.
Juga Allah ta’ala berfirman : “Siapa yang melakukan amal shalih, baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin, maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi didalamnya tanpa perhitungan” (Ghafir/Al Mukmin : 60)
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala masuk surga bagi orang yang beramal shalih dengan syarat bahwa dia mukmin, sedangkan para pendukung Pancasila, Demokrasi, dan Undang Undang Dasar buatan tidaklah dikatakan mukmin, karena tidak kufur kepada thaghut, tapi justeru dia adalah hamba thaghut.
Juga dalam firmanNya ta’ala : “Dan siapa yang melakukan amalan-amalan shalih baik laki-laki atau perempuan, sedang dia itu mukmin, maka mereka masuk surga dan mereka tidak dizalimi barang sedikitpun” (An Nisa : 124)
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan pahala surga bagi orang yang beramal shalih, dengan syarat dia mukmin, sedangkan aparat thaghut, Demokrasi, Pancasila, Undang Undang Dasar buatan dan Pemerintah kafir mereka itu bukan mukmin, karena tidak kafir terhadap thaghut, bahkan mereka menjadi pelindung dan benteng thaghut.
Juga firmanNya ta’ala : “Dan siapa yang melakukan amal-amal shalih sedang dia itu mukmin, maka dia tidak takut dizalimi dan tidak pula takut akan dikurangi” (Thaha : 112) ini berbeda dengan orang musyrik dan kafir, dia tidak dapat apapun dari amal shalih yang dia kerjakan.
Juga firmanNya ta’ala : “Dan siapa yang melakukan amal shalih, sedang dia itu mukmin maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya dan sesungguhnya Kami tuliskan bagi dia apa yang dia lakukan” (Al Anbiya : 94)
Sedangkan para penguasa system syirik dan para pejabatnya serta para anggota parlemennya bukanlah orang mukmin tetapi mereka adalah Thaghut.
Semua ayat mengisyaratkan iman untuk diterimanya amal shalih, sedangkan para penyembah kuburan atau batu atau pohon keramat atau pengusung demokrasi atau hukum buatan manusia atau falsafah syirik (seperti Pancasila, dan Undang Undang Dasar buatan) atau aparat keamanan penguasa thaghut bukanlah orang yang kafir terhadap thaghut.
Jadi, kemanakah amalan-amalan yang mereka lakukan? Maka jawabannya ; hilang, sirna lagi sia-sia, sebagaimana firmanNya Subhanahu Wa Ta’ala: “Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar : 65)
Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik, maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan diatas kemusyrikan, padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak mungkin berbuat syirik. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama. Allah ta’ala berfirman : “Dan bila mereka berbuat syirik, maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan” (Al An’am : 88) Ya, lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan, sebagaimana firmanNya ta’ala : “Amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai” (Ibrahim : 18) Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang kafir dengan debu, dan kekafiran/kemusyrikan mereka diserupakan dengan angina topan. Apa jadinya bila debu diterpa angin topan… ? tentu lenyaplah debu itu.
Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana : “Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana ditanah lapang, yang dikira air oleh orang yang dahaga, sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa, justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur : 39)
Orang yang musyik disaat dia melakukan shalat, zakat, shaum, dan sebagainya, mengira bahwa pahalanya banyak disisi Allah, tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab!
Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan : “Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan, kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan” (al Furqan : 23)
Sungguh… sangatlah dia merugi sebagaimana dalam ayat lain : “Katakanlah, “Apakah kalian mau kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi amalannya, yaitu orang-orang yang sia-sia amalannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka mengira bahwa mereka melakukan perbuatan baik?” (Al Kahfi : 102-104)
Ya, memang mereka rugi karena mereka lelah, capek, letih, berusaha keras, serta berjuang untuk amal kebaikan, tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid. Allah ta’ala berfirman : “Dia beramal lagi lelah, dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah : 3-4).
Ini (tauhid) adalah syarat paling mendasar yang jarang diperhatikan oleh banyak orang. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan satuan amalan, yaitu ikhlas dan mutaba’ah. Dan berikut ini adalah penjelasan ringkasnya :
Pertama: Ikhlas. Orang yan melakukan amal shaleh akan tetapi tidak ikhlas ,justeru dia ingin dilihat orang atau ingin didengar orang, maka amalan-amalan itu tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana firmanNya : “Siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan sesuatupun dalam ibadah kepada Tuhannya” (Al Kahfi : 110)
Ayat ini berkenaan dengan ikhlas, orang yang saat melakukan amal shalih dan dia bertujuan yang lain bersama Allah maka ia itu tidak ikhlas.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsiy : “Bahwa Allah berfirman : ‘Aku adalah yang paling tidak butuh akan sekutu, siapa yang melakukan amalan dimana dia menyekutukan yang lain bersamaKu dalam amalan itu, maka Aku tinggalkan dia dengan penyekutuannya” (HR. Muslim)
Kedua: Mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Rasul). Amal ibadah meskipun dilakukan dengan ikhlas akan tetapi tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka pasti ditolak. Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasarnya dari kami , maka itu tertolak” (HR. Muslim)
Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Jauhilah hal-hal yang diada-adakan karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat” (HR. At Tirmidzi)
Sedikit amal tapi diatas Sunnah adalah lebih baik daripada banyak amal dalam bid’ah. Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata : “Ikutilah (tuntunan Rasulullah) dan jangan mengada-ada yang baru”
Jadi, dalam urusan ibadah, antum harus bertanya pada diri sendiri : “Apa landasan atau dalil yang kamu jadikan dasar? Karena siapa kamu beramal ?” Apabila tidak mengetahui dasarnya maka tinggalkanlah amalan itu karena hal itu lebih selamat bagi kita.
wallahu a’lam bis showab..
Bila Ajal (Kematian) Menjemput

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJI'UN
Setiap Makhluk di dunia ini pasti akan mengalami kematian, dan kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup, kematian atau yag sering disebut Ajal adalah pergantian dari alam satu ke alam yang lain Kita manusia dimulai dari alam Kandungan menuju alam Dunia dan selanjutnya ke alam Kubur (Barzah) dan menuju alam Akhirat.
Setiap apa-apa yg hidup pasti akan mati, setiap kematian mengalami proses yang berbeda-beda dan semua sudah menjadi takdir kita umat manusia dimuka bumi ini,. Ajal atau kematian atau berpisahnya roh dari jasad tubuh kita. Sudah adakah persiapan kita untuk menghadapinya?
Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.”
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.
Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:
“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”
Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:
“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”
Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.
Maka berkata tangan : Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.”
Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”
Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”
Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T.
Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud : “Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.
Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:”Roh itu menuju ketujuh tempat :
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.”
Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.
Wallohu a'lam
Sekian untuk ingatan kita bersama.
Wassallam.
Dari Berbagai sumber
Senin, Februari 23, 2009
25 Nabi & Rosul

25 Nabi & Rosul:
1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS. (Ulul Azmi)
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS. (Ulul Azmi)
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS. (Ulul Azmi)
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS. (Ulul Azmi)
25. Muhammad SAW. (Ulul Azmi)
Cara Shalat Sunnah Tahajjud
Shalat Sunnah Tahajjud
Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 1.00 malam sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu shubuh"(al Hadits).
Cara Melaksakan Shalat Tahajjud :
Shalat Tahajjud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rokaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya sampai hampir masuk waktu shubuh dan dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam sebagaimana hadits Nabi saw:
"Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat apabila khawatir akan masuk waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja" ( HR.Bukhari-Muslim ).
-
> Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. "Aku niat shalat sunah Tahajjud dua rakaat karena Allah"
-
> Membaca doa Iftitah
-
> Membaca surat al Fatihah
-
> Membaca salah satu surat didalam al quran.Afdhalnya rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas
-
> Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
-
> I'tidal sambil membaca bacaannya
-
> Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
-
> Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya
-
> Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
-
> Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas.
-
> Setelah selesai shalat Tahajjud bacalah zikir yang mudah ( Allah - Allah - Allah ) terutama perbanyak Istigfar (mohon ampun), adakan dialog bathin dengan Allah sampaikan semua unek-unek yang ada dalam hati lalu ditutup dengan doa
Jumat, Februari 20, 2009
Syukur Nimat

Suatu ketika Rasulullah SAW berpesan kepada Ibnu Abbas tentang dua kenikmatan yang sering membuat manusia lupa, lalai, dan tertipu.
Beliau, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, mengistilahkan orang-orang seperti itu sebagai maghbun, yaitu mereka yang sering melupakan atau meremehkan kondisi sehat dan kesempatan (waktu luang).
Sabda Rasulullah SAW, ''Kondisi sehat dan kesempatan luang adalah dua nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia, namun sering mereka lupakan.'' Dari hadis ini, ada dua pesan yang Nabi SAW sampaikan.
Pertama, manusia hendaknya selalu menyikapi segala keadaan yang mereka alami sebagai nikmat dari Allah SWT. Karena itu, mereka mesti menyadari bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan sebagai wujud rasa terima kasih kita kepada pemberi nikmat itu.
Ketika sehat, kita sebetulnya ditegur untuk selalu ingat bahwa kesehatan adalah nikmat luar biasa. Dengan demikian, kita akan selalu menggunakan kesehatan yang kita miliki untuk makin meningkatkan ketaatan kepada-Nya.
Kedua, manusia hendaknya selalu mengoptimalkan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif bagi dirinya dan orang lain. Karena, kebanyakan manusia terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi hingga melupakan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat. Seakan tidak ada waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, yang ada adalah waktu untuk memperoleh materi duniawi.
Mereka tidak sadar andaikata diberikan banyak harta dan kemewahan namun Alloh cabut satu nikmat saja berupa sakit, maka apalah arti semua itu bila kita tidak bisa menikmatinya.
Pernahkah kita bangun tidur lalu berdoa memohon pada Alloh SWT, Ya Alloh, Terimakasih engkau telah memberikan nikmat penglihatanku, udara untuk nafasku, air dan lainnya untuk makan minumku dan nikmat-nikmat lain?, kebanyakan doa-doa yg kita minta adalah rizki, jabatan, dan kesenangan dunia lainnya tanpa membalas dengan rasa syukur atas nikmat yang paling utama, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.
Hal demikianlah yang sangat Rasulullah khawatirkan. Kesehatan dan kesempatan adalah dua hal utama yang sering membuat manusia melupakan Allah SWT. Inilah yang disinyalir oleh ulama besar Ibnu al-Jauzi, ''Terkadang manusia itu sehat, tapi tidak memiliki kesempatan luang karena kesibukannya dengan urusan dunia. Ada juga yang memiliki kesempatan luang, namun tidak sehat. Ketika dua hal ini ada pada diri manusia, ternyata membuat mereka malas untuk taat kepada Allah, maka inilah orang-orang yang maghbun.''
Ketika mengomentari istilah maghbun ini, ulama Ibnu Baththal mengatakan, ''Maksud hadis yang Nabi SAW sampaikan ini adalah bahwa seseorang yang mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang Allah SWT berikan, dengan melakukan apa yang Allah SWT perintahkan dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya, maka ia tidak termasuk golongan orang-orang yang maghbun.''
Kita tentunya tidak ingin termasuk dalam golongan orang-orang yang Rasulullah SAW sebut sebagai orang-orang yang maghbun. Yaitu, orang-orang yang sama sekali tidak memahami hakikat kesehatan yang dimilikinya, sehingga tidak mensyukurinya. Juga orang-orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk semakin menambah kataatan pada Allah SWT. Manusia yang cerdas akan memahami itu semua sebagai sebuah kenikmatan yang menyadarkannya. Kenikmatan yang disyukuri dalam bentuk amalan nyata lahir dan batin, akan mengantarkan manusia menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Kesehatan dan kesempatan luang yang dimiliki justru akan dipahami sebagai sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan nilai-nilai amal di hadapan Allah SWT. Wallahu a'lam
Jumat, Februari 06, 2009
Mensyukuri Nikmat Allah

Allah senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat dihitung banyaknya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Surat An-Nahl:18:
Sungguh benar firman Allah, andaikata kita hitung satu per satu, nikmatnya mata hingga kita bisa memandang indahnya dunia, nikmatnya telinga hingga kita bisa mendengarkan suara-suara yang indah, juga organ-organ tubuh kita: jantung, paru-paru, ginjal, otak, dll, itu adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita secara gratis tanpa membayarnya.
Dan yang tidak kalah penting adalah nikmat Allah berupa umur dan rizki yang telah kita peroleh sampai saat ini. Adakah kita pernah mengira bahwa nikmat rizki dan umur bukan berasal dari Allah? Tidak, semua yang ada di alam raya ini adalah milik Allah, termasuk diri kita sendiri, adapun umur dan rizki yang kita peroleh hanyalah titipan Allah belaka yang nantinya harus kita pertanggungjawabkan kepada yang memilikinya, yaitu Allah SWT.
Apabila kita mencoba untuk menelaah lebih dalam nikmat yang besar itu pada dasarnya tergantung pada nikmat yang kecil, la insyakartum laa adziidanakum, barangsiapa yang mensyukuri nikmat yang ada, maka Allah akan menambah nikmat baginya. Oleh karena itu, janganlah merisaukan nikmat-nikmat lain yang belum kita miliki, jangan khawatir oleh aneka nikmat yang kita inginkan dan belum kita peroleh, tetapi risaukanlah nikmat yang ada dan belum sempat kita mensyukurinya. Boleh jadi kita sering panik ketika memikirkan sesuatu yang belum kita miliki. Padahal, kita seharusnya lebih memikirkan tentang bagaimana caranya kita mensyukuri apa yang telah kita nikmati. Sebab rasa syukur itulah yang akan mencukupkan dan akan mengundang nikmat-nikmat berikutnya.
Alangkah berat jika kita merasa memiliki sesuatu, namun kita takut kehilangan atau takut tersaingi. Ada sebuah perumpamaan yang sederhana mengenai tukang parkir. Walaupun banyak mobil dia tidak sombong, ganti-ganti mobil dia juga tidak menjadi takabur. Bahkan ketika semua mobil diambil sampai habis, dia tidak sakit hati. Sebab, dia hanya merasa dititipi. Lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardl, semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Salah satu yang bisa membuat kita tenteram dan menjadi ahli syukur adalah kita sadar bahwa semua nikmat yang ada ini hanya berasal dari Allah dan hanya milik Allah. Adapun kita, hanya sekedar tertitipi beberapa saat saja.
Oleh karena itu, adanya nikmat jangan membuat kita menjadi sombong, karena itu hanya titipan saja. Sedikitnya nikmat juga tidak usah membuat kita minder, karena itu juga titipan. Melihat orang lain yang tertitipi banyak rizki, kita sama sekali tak perlu dengki. Sebab yang mereka miliki juga hanya titipan dari Allah. Maka sesuka Allah-lah membagikan nikmat kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. dan kalau diambil oleh Allah pun tak perlu sakit hati, karena memang semua nikmat itu hanyalah titipan dariNya.
Orang yang paling beruntung di dalam hidup ini adalah orang yang dipenuhi oleh rasa syukur. Ada 5 bentuk syukur nikmat yang perlu kita renungkan.
1. Yakinkan bahwa semua nikmat itu hanya milik Allah. Tiada pembagi nikmat selain Dia.
2. Ucapkan alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujilah Allah dalam segala situasi karena apa yang kita nikmati sesungguhnya melampaui apa yang menyusahkan diri kita. Jika kita dipuji orang sebagai orang yang cerdas, maka sebenarnya otak dan pikiran kita adalah ciptaan Allah. Dan kalau pun dipuji karena harta, itu pun ternyata hanya titipan belaka. Ucapan alhamdulillah yang muncul dari pikiran yang sehat dan sempurna pasti akan menimbulkan rasa syukur atas segala nikmat yang diterimanya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Ucapan subhanallah akan menimbulkan rasa takjub yang mengartikan kebesaran Allah serta kesucian-Nya dari segala sifat-sifat kekurangan.
3. Berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan nikmat. Harus disadari bahwa selain syukur kepada Allah, kita juga harus bersyukur kepada manusia sebab tidak disebut seseorang itu sebagai ahli syukur kecuali ia juga pandai bersyukur kepada manusia.
4. Jadikan setiap kenikmatan itu menjadi jalan pendekat kepada Allah. Orang yang bersyukur karena memiliki keturunan, maka ia mempunyai kewajiban untuk mendidik anak keturunannya itu agar dekat dengan Allah, agar menjadi anak yang sholeh berbhakti kepada kedua orangtuanya.
5. Bagi orang yang bersyukur karena memiliki profesi sebagai guru atau pendidik, maka profesi itu harus dijalani dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dari anak didik, justru sebaliknya harus membekali mereka dengan ilmu untuk masa depannya, itulah investasi kita di alam kubur sebagai amal jariyah.
Tiada Tuhan selain Allah, yang menciptakan nikmat. Dia pula yang memberikan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Walaupun seluruh kata-kata kita kerahkan untuk memuja dan memuji-Nya, pastilah tidak sebanding dengan keagungan, kebebasan, dan limpahan nikmat yang telah Allah limpahkan.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:
"Wahai hamba-Ku, tidak Ku-ciptakan kalian hanya karena ingin memperbanyak jumlah kalian yang sedikit, juga bukan untuk tujuan bersenang-senang dengan kalian karena rasa kesepian. Bukan pula karena Aku ingin meminta tolong kepada kalian karena suatu hal yang tak mampu Ku-atasi. Aku ciptakan kalian agar kalian berdzikir kepada-Ku sebanyak-banyaknya, beribadah kepada-Ku selama-lamanya, dan agar kalian bertasbih kepada-Ku setiap pagi dan petang hari."
Berkenaan dengan hadits tersebut kita harus meniatkan apa-apa yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah. Sebagai seorang petani atau pedagang maka bertani dan berdaganglah secara Islami dan meniatkan untuk memperoleh ridho Allah, jika demikian insya Allah akan dicatat sebagai amal ibadah disamping ibadah-ibadah lain yang harus kita lakukan. Sebagai seorang penuntut ilmu, baik itu ilmu agama atau pun ilmu di sekolah, jika kita niatkan semata-mata untuk memperoleh ridho Allah maka insya Allah dia tercatat sebagai seorang ahli dzikir.
Umur yang kita pakai sekarang ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah untuk apa saja umur kita habiskan. Bentuk rasa syukur kelima berhubungan dengan nikmat umur yang telah kita jalani adalah kita sering-sering mengevaluasi diri, menghisab diri sendiri sebelum kita dihisab di hari perhitungan nanti di akhirat.
Oleh karena itu marilah kita sama-sama mengingat maut yang sewaktu-waktu bisa datang menjemput kita. Supaya rasa syukur kita terhadap nikmat umur semakin bertambah.
Marilah kita berdoa bersama-sama, menghadapkan wajah kita kepada Allah, agar kita diberikan kesempatan untuk bisa menghadapkan wajah kita kepada Allah dengan tenang di akhirat nanti.
Sumber: MQ
Senin, Januari 26, 2009
Gerhana Matahari Cincin

Namun lebih dari pada itu kita patut bersyukur bagi yang bisa menyaksikan (Tanda-tanda kebesaran Alloh) yg menurut ahli Meteorologi terjadi lagi sekitar 9 tahun sekali atau Gerhana Total kira-kira 7 Tahun lagi sekitar Th 2016 Insya Alloh kita akan melihat Gerhana Matahari total, cuma tidak semua wilayah Indonesia Bisa menyaksikan kejadian gerhana tersebut. Pada saat Gerhana berlangsung, kita sebagai ummat Muslim disunatkan melakukan Sholat Sunat Gerhana (Sunat muakkadah).
Cara Solat Sunat Gerhana
Solat gerhana ini disunatkan untuk ditunaikan secara berjemaah dengan diseru sebelum mendirikannya : as-Solatu Jaami'ah!! (Solat berjemaah)
Lafaz Niat Solat Sunat Gerhana Bulan
أُصَلِّى سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَينِ للهِ تَعَالَى
Ertinya : “ Sahaja aku solat sunat gerhana bulan dua rakaat kerana Allah Taala.”
Lafaz Niat Solat Sunat Gerhana Matahari
أُصَلِّى سُنَّةَ الْكُسُوفِ رَكْعَتَينِ للهِ تَعَالَى
Ertinya : “ Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat kerana Allah Taala.”
Niatnya : "Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat mengikut imam kerana Allah Ta'ala" - (Jika berimam) ataupun "Sahaja aku solat sunat gerhana matahari dua rakaat kerana Allah Ta'ala" - (Jika solat seorang diri)
Solat gerhana ini boleh dilakukan secara berseorang atau secara berjemaah dan sebaiknya dilakukan secara berjemaah. Solat Gerhana mengandungi 2 rakaat, 4 al-Fatihah, 4 rukuk, dan 4 sujud.
(Sahih Muslim 2-hlm: 81) Secara ringkasnya Menurut Solat Rosululloh SAW seperti berikut :
A Rakaat Pertama
1. Takbiratul Ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca Ta`awudz.
4. Membaca surah al-Fatihah.
5. Membaca mana-mana surah,yang terlebih afdhal surah ABaqarah.
6. Ruku’ dan membaca tasbih kira-kira membaca 100 ayat.
7. Iktidal (AllahuAkbar)serta membaca surah al-Fatihah dan membaca ali-Imran atau mana-mana surah.
8. Ruku dangan membaca tasbih kira-kira membaca 90 ayat.
9. Iktidal.(SamiAllahulimanHamidah)
10.Sujud dan membaca tasbih.
11.Duduk antara 2 sujud.
12.Sujud kembali.
13.Berdiri ke rakaat kedua.
B. Rakaat Kedua
1. Membaca surah al-Fatihah.
2. Membaca surah al-Nisa’ atau mana-mana surah.
3. Ruku’ dan membaca tasbih kira-kira membaca 70 ayat semasa ruku’.
4. Iktidal (AllahuAkbar) serta membaca surah al-Fatihah dan membaca surah Al-Maidah atau mana-mana surah. 5. Ruku dangan membaca tasbih kira-kira membaca 50 ayat.
6. Iktidal.(SamiAllahulimanHamidah)
7. Sujud dan membaca tasbih.
8. Duduk antara 2 sujud.
9. Sujud kembali.
10.Membaca tasyahud akhir.
11.Memberi salam.
- Tiada iqamah tapi cukup sekadar ucapan : ( الصِّلاَةُ جَامِعَةً )
- Mana-mana surah hendaklan mengikut susunan surah dari Al-Quran
- Sunat menyaringkan suara pada bacaan Fatihah dan surah ketika solat sunat gerhana bulan dan perlahan ketika solat sunat gerhana matahari.
- Disunatkan mandi untuk solat gerhana, seperti hendak solat Jumaat.
(Dari berbagai Sumber)
Jumat, Januari 16, 2009
PERJALANAN HIDUP MANUSIA

Dunia ini adalah jalan menuju Akhirat, dalam hidup kita diberikan Amanat oleh Alloh SWT, Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua bahkan pikun.
Di dunia inilah manusia bersama dengan jin mendapat taklif (tugas) dari Allah, yaitu ibadah. Dan dalam menjalani taklifnya di dunia, manusia dibatasi oleh empat dimensi; dimensi tempat, yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu, yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup, yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal.
Allah Ta’ala telah melengkapi manusia dengan perangkat pedoman hidup agar dalam menjalani hidupnya di muka bumi tidak tersesat. Allah telah mengutus rasulNya, menurunkan wahyu Al-Qur’an dan hadits sebagai penjelas, agar manusia dapat mengaplikasikan pedoman itu secara jelas tanpa keraguan. Sayangnya, banyak yang menolak dan ingkar terhadap pedoman hidup tersebut. Banyak manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya ketimbang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.
Maka, orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktifitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.
Dunia dengan segala kesenangannya merupakan tempat ujian bagi manusia. Apakah yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sesuai dengan aturan Allah swt. atau menyimpang dari ajaran-Nya? Apakah segala fasilitas yang diperoleh manusia dimanfaatkan sesuai perintah Allah atau tidak? Dunia merupakan medan ujian bagi manusia, bukan medan untuk pemuas kesenangan sesaat. Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hidup di dunia. Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah saw. tidur diatas tikar, ketika bangun ada bekasnya. Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau kami sediakan untukmu kasur.” Rasululah saw. bersabda: “Untuk apa (kesenangan) dunia itu? Hidup saya di dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)
Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Semuanya akan mati, apakah itu pahlawan ataukah selebriti, orang beriman atau kafir, pemimpin atau rakyat, kaya atau miskin, tua atau muda, lelaki atau perempuan. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan oleh manusia tidak akan berguna, kecuali amal shalihnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang. Tetapi, kematian adalah akhir dari kehidupannya di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya dari amal perbuatan untuk kemudian melakukan rihlah atau perjalanan hidup berikutnya.
Bagi orang beriman, kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan, dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan, dan membahagiakan. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1.000 tahun lagi. Tetapi, sikap itu adalah sia-sia. Utopia belaka. Karena, kematian pasti datang menjumpainya. Suka atau tidak suka.
Selasa, Desember 23, 2008
Surat dari Masjid Nabawi

SURAT SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :
'AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW' WASIAT SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA.
'Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, 'didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :
1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT. Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
> > - Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
> > - Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima )waktu.
> > - Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
> > - Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.
PERHATIAN :
Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat.
Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al'Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik.
Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.
Dan Barang siapa yang menyebarkan suratini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung , setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh)lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya.
Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang suratini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan suratini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar.
Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopyny a dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki yang tiada disangka-sangka.
Suratini ditulis S.T. STAVIA sejak itu surat ini menjelajah
dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda.
Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda,
KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI !
1. Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia ,dipecat dari jabatannya karena beliau lupa setelah menerima suratini, tidak menyebarkannya,kemudian beliau ingat suratini, lalu beliau menyalinnya dan Menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian
beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet.
2. Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya... Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda tidak merahasiakannya, dan anda segeralah menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan Anda.
Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda menyebarkan suratini. Allah SWT akan meridho'i niat baik Anda, selamat bertugas dan berkarya.
Salam,
PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW
SYECKH ACHMAD-MADINAH
By my email
Kamis, Desember 04, 2008
KEISTIMEWAAN IDUL ADHA

Keutamaan Ibadah Puasa Arafah.
Bulan ini kita semua Khususnya Ummat Muslim Akan Memperingati Hari Raya 'Idul Adha yg insya Alloh akan jatuh pada Tgl 8 Desember 2008M tepatnya hari senin dan kita ummat muslim disunnahkan untuk berkorban, baik berbentuk Hewan sepert Sapi, Kerbau atau Kambing. Apabila ada rejeki yang kita miliki sekiranyalah segera Berkorban. Sedangkan keutamaan Bulan "Idul Haj" atau dengan bahasa umumnya Lebaran haji adalah sebaik-baik ummat Muslim dengan menjalankan ibadah puasa sesuai sabda Rosululloh SAW yang harus dilaksanakan tgl 9 Zulhijjah sebelum Terbenamnya Matahari atau Hari raya 'Idul Adha.
Dalil puasa tanggal 9 Zulhijjah atau yang dikenal puasa Arafah itu adalah sabda Rasulullah SAW :
Puasa hari Arafah itu ahtasibu alallah- bahwa dia itu menggugurkan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya (HR. Muslim)
Sedangkan dalil puasa 8 hari bulan Zulhijjah adalah sebagai berikut :
Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: [1] Puasa hari Asyura, [2] Puasa 1-8 zulhijjah, [3] 3 hari tiap bulan dan [4] dua rakaat sebelum fajar. (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai).
Dari Ibni Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dari hari ini, (yaitu 10 hari bulan Zulhijjah). Mereka bertanya,"Ya Rasulullah SAW, dibandingkan dengan jihad fi sabilillah ?". "Meskipun dibandingkan dengan jihad fi sabililllah". (HR. Jamaah kecuali muslim dan Nasai Lihat Nailul Authar : 3/312).
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Hamba Alloh
*Disarikan dari*
www.syariahonline.com
Jumat, November 14, 2008
SHOLAT YANG PALING UTAMA

Dalam menunaikan kewajiban Sholat 5 (lima ) waktu, kita ummat Islam kadang terlalu menyepelekan hal-hal yg Sunnah. Sesungguhnya kalo kita menengok sejarah beliau Rosululloh SAW dalam Sholatnya sehari-hari beliau selalu sholat di Masjid, ada seorang Kiai saya lupa namanya berdakwah lewat Televisi, dia bilang "Sungguh indah sebuah keluarga yang setiap hari melakukan sholat berjamaah, Ayahnya menjadi Imam, Istri & anak-anaknya menjadi makmum, itu adalah contoh bagi para Bapak (Muslim) pada orang lain", hal tersebut menimbulkan kerancuan akan keutamaan sholat,
Sholat yang sesuai Sunnah Rosulluloh SAW adalah dengan mengutamakan kekhusukan, selalu tepat waktu & dilaksanakan di masjid dengan berjamaah, bukan dirumah.
Apa jadinya kalo semua umat Islam masing-masing sholatnya di rumah, maka banyak masjid yang kosong dan hanya diisi pada saat hari jum'at, buat apa kita susah payah membangun masjid dengan biaya milyaran kadang bahkan trilyunan tapi tidak dimanfaatkan untuk sholat berjamaah.
Masjid adalah tempat ibadah yang khusuk bahkan disebut "Rumah Alloh" Maka sebenarnyalah kita sholat berjamaah di Masjid, khususnya para bapak-bapak, itu baru namanya pengikut Rosululloh SAW yg selalu mencontoh apa yang beliau lakukan. Intinya anjuran yang benar adalah sholat yang dilakukan di masjid, bukan dirumah bersama keluarga.
Semoga kita bisa menjadi umat yang selalu mencontoh Rosululloh SAW dengan melaksanakan Perintah Alloh dan sunnah-sunnah Rosululloh, niscaya kita akan menjadi umat yang beruntung, karena dihari kiamat nanti yang paling utama ditanya Alloh SWT adalah Sholat kita, jika sholatnya bagus niscaya yang lain ikut bagus begitu juga sebalikya, untuk itu marilah kita selalu berusaha khusuk dalam mendirikan sholat, Sesungguhnya sholat itu mencegah dari segala perbuatan keji dan mungkar. Amiin ya robbal 'alamin!.
Rabu, November 12, 2008
AMROZI CS MUJAHID ATAU MUJAHIL

Hukuman mati Amr0zi cs terpidana bom bali telah dilaksanakan. Pihak pemerintah pernah mengajukan Grasi ( pengampunan ) namun di tolak. Hari -hari yang dilalui oleh ketiga terpidana Mati itu penuh dengan tanda tanya ” akankah Alloh Terima segala amal yang selama ini mereka yakini sebagai sesuatu yang di benarkan Islam? Kami telah melakukan Jihad dan akan mati syahid “Kami tidak takut terhadap hukuman mati ” dengan lantang Amrozi CS berkomentar.
Wallohu a’lam …….hanya Alloh yang tahu mereka akan mati syahid atau tidak….hanya Alloh yang tahu mereka mendapat surga atau jurang neraka….hanya Alloh yang tahu Mereka Mujahid ( orang yang berjihad) atau Mujahil ( orang yang bodoh)….Sebagai manusia awam kita tidak akan tahu pasti nasib manusia kelak kita hanya berharap segala amal ibadah diterima Alloh swt.
Maka kita tidak bisa memvonis masuk surgakah dia atau laknatkah dia? Hanya Alloh yg tahu, kita masuk surga karena Rakhmat & karunia Alloh SWT, sebesar apapun dosa kita, kecuali Syirik dan Sebanyak apapun amalan kita bukan jaminan Surga, Hanya Alloh yang tahu, Wallohu a’lam untuk itu kita sebagai Muslim hanya bisa mendoakan, Ya Alloh Ampunilah dosanya & terimalah ibadahnya, AmiiinnDari berbagai sumber
Rabu, November 05, 2008
INFO KESEHATAN
Tidak sia-sia vitamin D mendapat gelar tambahan sebagai vitamin matahari pagi. Dengan terkena sinar sedikit saja, lapisan bawah kulit mampu memproduksi vitamin D.
Sekarang, gelar itu makin dikukuhkan, karena sayuran yang terkena sinar ultraviolet ternyata mengandung vitamin D lebih banyak. Bahkan jamur yang tersinari ultraviolet, kandungan vitamin D-nya dua hingga empat kali lipat daripada yang tumbuh gelap-gelapan.J
amur konvensional dikenal mengandung sedikit vitamin D2 atau ergocalciferol. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), hanya 4% dari kebutuhan 400 IU (internationat unit) kebutuhan tubuh yang disuplai dari nutrisi jamur.
Sedikit mengandung vitamin D2, namun jamur
konvensional kaya dengan derivat komponen kolestrol yakni ergosterol, yang dapat diubah menjadi vitamin D2 apabila terkena sinar ultraviolet.
Sekadar informasi, tubuh memproduksi vitamin D3 atau cholecalciferol berasal dari derivat kolesterol yang ada dalam kulit.
Temuan ini agak mengejutkan sebab jamur adalah tipe sayuran yang tumbuh dalam situasi gelap dan lembab. Cahaya hanya diperlukan pada saat panen.
Peneliti dari Pennsylvania State University dan Monterey Mushroom memperlihatkan, meski dengan sedikit sinar ultraviolet saja, dapat menggenjot kandungan vitamin D.
Pada penelitian pertama, jamur dikenai sinar ultraviolet satu jam sebelum dipanen. Hasilnya kandungan vitamin D2 melonjak dua kali lipat daripada catatan FDA. Kandungan vitamin D2 meroket menjadi empat kali lipat apabila jamur yang telah dipanen dikenai sinar ultraviolet selama lima menit.
Walaupun kemampuan sinar ultraviolet dalam mengkonversi ergocalciferol menjadi vitamin D2 tidak perlu dipertanyakan lagi, penelitian masih dilanjutkan untuk melihat mana yang terbaik. Disinari sebelum atau sesudah panen. Demikian pula dengan lama waktu penyinaran untuk memperoleh hasil maksimal.
Secara tradisional jamur tidak kena sinar matahari karena warnanya tidak akan putih bersih lagi melainkan coklat. Petani menuruti permintaan pasar yang tidak suka jamur coklat. Lain halnya jika jamur itu memang dari jenis yang gelap seperti crimini.
Bagi mereka yang tinggal di negara beriklim subkontinental yang irit sinar matahari pada musim gugur dan dingin, kabar dari jamur ini cukup membantu. Hanya sedikit bahan makanan yang mengandung vitamin D alami, di antaranya kuning telur, hati, ikan dan minyak ikan.
Lagipula FDA mengeluarkan sedikit izin untuk menambahkan kandungan vitamin D pada makanan seperti jus dan sereal. Temuan ini juga menambah daftar pangan bagi para vegetarian yang tidak mengkonsumsi ikan dan susu.
Menurut catatan FDA, sebanyak 60% kebutuhan vitamin D manusia dewasa berasal dari makanan. Walaupun diberi suplemen tambahan, umumnya kebutuhan vitamin D tidak tercukupi 100%.
Orang-orang gemuk atau obesitas biasanya kekurangan vitamin matahari, walaupun memperoleh asupan cukup dari makanan. Karena hanya sedikit yang terserap tubuh akibat tersumbat lemak yang berjejalan.
Selain menjadi andalan kesehatan tulang dan gigi, vitamin D memainkan peranan penting untuk menekan resiko kanker kolon, payudara, prostat, serangan stroke, darah tinggi, mencegah gagal jantung dan diabetes.
Untuk mendapat 400 IU sehari seperti anjuran FDA, tubuh setidaknya mengkonsumsi empat ons ikan, empat cangkir susu, atau 10 sajian sereal. Dengan bantuan jamur UV, setidaknya dapat membantu. (Inilah.com)
Jumat, Oktober 31, 2008
Niat Itu Nilai Utama Ibadah

Katakanlah, “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (syakilatihi) masing-masing”.
Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
(Al-Qur’an Surat al-Isra’ ayat 84)
Diriwayatkan dari Imam al-Shadiq as, bahwa beliau berkata, “Niat itu lebih utama daripada amalnya. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya niat itu adalah amal”, kemudian beliau membaca ayat : ”Katakanlah : ”Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (syakilatihi) masing-masing”, yaitu menurut niatnya.”
Islam telah mengikatkan nilai suatu ibadah dan kerja berdasarkan niatnya. Dengan demikian, Islam memisahkan nilai dan hasil suatu kerja atau ibadah seseorang. Nilai sebuah perbuatan dalam Islam tidak didasarkan pada hasil atau pencapaian yang dihasilkan oleh para pelaku, akan tetapi pada niat yang melatarbelakanginya, kesucian, serta besarnya kesungguhan di dalam usaha atau ibadah seseorang.
Contohnya, orang yang berhasil menemukan obat sebuah penyakit berbahaya telah menyelamatkan nyawa jutaan orang. Allah tidak menilai seberapa besar hasilnya juga jumlah orang yang telah terselamatkan dari kematian.
Allah menilainya dari perasaan dan keinginan yang terbentuk di dalam niat sang penemu. Jika usaha penemuannya itu hanya untuk mendapatkan keuntungan jutaan dollar, perbuatan ini tidak Allah anggap sebagai pengabdian yang memiliki nilai, kecuali semata-mata komersial.
Karena motif seperti ini tidak berbeda dengan seseorang yang menemukan suatu penemuan, senjata pemusnah, misalnya, yang mana usahanya itu didorong untuk memperoleh keuntungan finansial.
Sebuah perbuatan baik dan dianjurkan jika niat yang melatarbelakanginya berada di luar pengaruh ego, dan dilakukan semata-mata demi Allah dan hamba-hamba-Nya. Semakin besar penafian diri seseorang, maka semakin tinggi nilainya dalam pandangan Tuhan.
Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat kepada (bagusnya) tubuh-tubuh kalian, tidak juga kepada (cermatnya) perhitungan kalian, tidak juga pada (banyaknya) harta-harta kalian, melainkan Dia melihat kepada hati kalian. Karena itu barangsiapa yang memiliki hati yang shalih niscaya Allah menyayanginya”


